Kamis, 24 Juli 2014

News / Megapolitan

Iseng Berjudi di TPU, Nenek-nenek Ini Digerebek Polisi

Kamis, 14 Juni 2012 | 12:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Kepolisian Sektor Metro Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (14/6/2012), menggerebek lima orang nenek-nenek yang kedapatan sedang bermain judi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kemanggisan Pulo, Palmerah. Kepada polisi, nenek-nenek itu mengatakan, mereka sekadar iseng ingin menghabiskan waktu.

"Digerebek kemarin sore pukul 15.00 WIB, langsung dibawa kemari (Mapolsektro Palmerah). Main Judi dalam bentuk kartu remi dengan nilai seribu rupiah," kata Kanit Reskrim AKP Bambang Handoko di ruangannya saat ditemui wartawan, Kamis (14/6/2012).

Bambang Handoko mengatakan, peristiwa penggerebekan itu berawal dari laporan warga. Setelah menerima laporan itu, tim Buser melakukan penyidikan ke tempat kejadian. Benar saja, polisi berhasil menemukan sejumlah nenek-nenek yang sedang bermain judi. Tim Buser langsung melakukan penangkapan.

"Saat ini mereka hanya kami beri peringatan, kami tahan 1 x 24 jam. Tidak sampai ke pengadilan, kami hanya mendata saja dengan mempertimbangkan problem solving, yakni pertimbangan lihat usia, sisi kemanusian dan niat mereka hanya sekadar iseng. Jika nanti mereka kedapatan hal yang sama, maka kami akan tindaklanjuti'," ujarnya.

Menurut Bono (65), salah satu nenek yang tertangkap mengatakan, dirinya tidak sengaja ingin bermain judi, hanya sekadar iseng saja. "Saya kaget, pertama memang ada tiga orang laki-laki sedang main sama kami. Tiba-tiba ada yang datang (polisi), tiga dari kami berhasil kabur. Ya, saya sama teman yang lain nggak bisa kabur, ya saya pasrah saja. Memang sering main di sini. Selain adem juga sepi. Biasanya duit menang kami pakai buat belanja," ujarnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihak polisi terus mencari apa motif dan solusi yang terbaik untuk para pelaku judi tersebut agar ada efek jera. "Kami akan terus melakukan pemeriksaan, dan mereka yang berhasil kabur masih tetap kami selidiki," kata Bambang Handoko.


Penulis: Bima Setiyadi
Editor : Hertanto Soebijoto