Kamis, 18 Desember 2014

News / Nasional

Hary Tanoe Gandeng Yusril Jadi Kuasa Hukum

Rabu, 13 Juni 2012 | 17:17 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama pengacara Yusril Ihza Mahendra nampaknya tengah laris dalam mengawal beberapa kasus hukum saat ini. Kali ini, CEO PT Bhakti Investama, Hary Tanoesoedibjo menggandeng Yusril untuk menjadi kuasa hukumnya. Padahal, saat ini Hary hanya berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan suap kepengurusan restitusi pajak PT Bhakti Investama.

Hary membantah bahwa ia memilih Yusril karena kepiawaian Yusril dalam memenangkan beberapa gugatan hukum saat ini. "Yusril pasti bela saya kalau ada apa-apa, saya pun begitu, karena kami memang berteman baik," kata Hary di gedung MNC Tower, Jakarta Pusat, Rabu (13/6/2012).

Sementara itu, Yusril yang dimintai tanggapan soal perusahaan Hary yang diduga terlibat kasus korupsi menyatakan kasus tersebut sebenarnya bukanlah kasus besar. Oleh karena itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sepantasnya menangani kasus tersebut. "Di kasus ini tidak ada kerugian negara, hanya gratifikasi. Seharusnya KPK menangani kasus korupsi besar di atas Rp 1 miliar dan yang menimbulkan perhatian masyarakat. Ini bisa ditangani penegak hukum lain," jelasnya.

Ia menyatakan KPK juga sebaiknya segera menyelesaikan kasus tersebut sehingga tidak menimbulkan isu simpang siur yang makin besar dan tidak sesuai fakta yang ada. Terutama mengenai dugaan keterlibatan PT Bhakti Investama yang selama ini telah dibantah oleh jajaran direksi perusahaan tersebut.

Terakhir Yusril menyatakan ia mendukung Hary untuk melakukan klarifikasi kasus itu di KPK. Menurutnya ada beberapa kejanggalan mengenai dibawanya nama perusahaan tersebut dalam kasus dugaan suap itu. "Apa urusannya di Jakarta dengan pegawai pajak di Sidoarjo, kalau kaitannya suap dan gratifikasi itu dilakukan terhadap orang yang otoritasnya bisa melakukan sesuatu, tapi kalau tidak ya tidak bisa dibilang gratifikasi. Ini harus diklarifikasi," ujar Yusril.


Penulis: Maria Natalia
Editor : I Made Asdhiana