Rabu, 3 September 2014

News / Nasional

Singgung SBY, Istana Ingatkan Faisal Basri

Rabu, 13 Juni 2012 | 13:08 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernyataan calon gubernur DKI Jakarta, Faisal Basri, bahwa dia membayar pajak lebih besar dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat respons keras dari Istana Kepresidenan. Sekretaris Kabinet Dipo Alam meminta Faisal melakukan kampanye sepatutnya.

"Saya koreksi Saudara Faisal Basri, silakan kampanye yang tidak berlebihan. Jangan mendiskreditkan orang lain dan diri sendiri," ungkap Dipo kepada para wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/6/2012).

Dipo juga menyebut pernyataan Faisal tidak etis dan dilarang oleh Pasal 34 KUHP. Dipo mengatakan, materi kampanye soal perbandingan besaran pajak yang dibayar dirinya dengan SBY tidak membawa manfaat. "Buat apa model kampanyenya sebagai calon gubernur DKI seperti itu? Tidak ada gunanya. Apalagi dia memberikan informasi yang tidak benar," kata Dipo.

Pernyataan ini disampaikan Faisal seusai verifikasi kekayaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediamannya di Jalan Ciasem 4 Nomor 22, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/6/2012). "Saya bayar pajak terakhir tahun lalu, PPH pribadi, sebesar Rp 314 juta, jauh lebih besar daripada SBY," kata Faisal dalam jumpa pers.

SBY diketahui membayar pajak Rp 127 juta selama 2007, sedangkan Faisal Basri membayar pajak 2008 sebesar Rp 250 juta. "Sejak saya membandingkan pajak yang saya bayar dengan pajak yang dibayar SBY, sejak saat itu pula SBY tidak pernah mengumumkan berapa pajak yang dia bayar," kata Faisal.


Penulis: Hindra Liauw
Editor : Erlangga Djumena