Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 03:23 WIB
Undang Elit DPD 1, SBY Dengarkan Saran
Penulis : Hindra Liu | Selasa, 12 Juni 2012 | 19:56 WIB
|
Share:
Undang Elit DPD 1, SBY Dengarkan SaranKOMPAS/HENDRA A SETYAWANKetua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum (kanan), dan Ketua DPR, Marzuki Alie (kiri) saat silaturahim dengan jajaran dewan pembina, dewan kehormatan, dewan pengurus pusat, serta dewan pengurus daerah Partai Demokrat di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/3/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie mengatakan, Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan para Ketua DPD I tingkat Provinsi Partai Demokrat (PD) di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Selasa (12/6/2012) malam guna mendengarkan saran.

"Saran untuk menghadapi situasi di Partai Demokrat seperti sekarang ini. Beliau meminta pandangan dari DPD," kata Marzuki singkat kepada para wartawan di halaman Istana Negara, Jakarta, Selasa. Menurut Marzuki, jajaran dewan pengurus pusat dan dewan pembina tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, ketika ditanya apakah SBY akan membahas soal elektabilitas PD yang menurun, Marzuki mengaku tidak mengetahuinya.

Elektabilitas PD terus merosot berdasarkan hasil jajak pendapat berbagai lembaga survei. Terakhir, survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) menempatkan PD di posisi ketiga dengan tingkat dukungan sebesar 10,7 persen. Di atas PD terdapat Partai Golkar sebesar 23 persen dan PDI-P 19,6 persen.

Terus merosotnya tingkat dukungan publik itu dinilai akibat tersangkutnya para petinggi PD dalam kasus dan dugaan kasus korupsi. Terakhir, Angelina Sondakh alias Angie terjerat kasus dugaan korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pendidikan Nasional.

Ada pula kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, Jawa Barat, yang menyeret beberapa politisi PD, salah satunya Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Komisi Pemberantasan Korupsi masih menyelidiki kasus itu.

Editor :
Pepih Nugraha