Jumat, 22 Agustus 2014

News / Nasional

Fadel Muhammad Laporkan Balik GCW ke Polisi

Selasa, 12 Juni 2012 | 16:45 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad akan melaporkan balik Gorontalo Corruption Watch (GCW), kepolisi atas dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tak menyenangkan. Fadel menilai, GCW adalah ilegal, tak terdaftar di pemerintah setempat.

Hal tersebut disampaikan Fadel usai menjadi pembicara seminar International, di Universitas Brawijaya Malang, Selasa (12/6/2012). Saat ini kata Fadel, dirinya sedang menyiapkan tim kuasa hukum untuk mengajukan gugatan balik tersebut.

"Saat ini, tim kuasa hukum saya, telah mengumpulkan sejumlah bukti untuk mempercepat laporan ke Kepolisian Gorontalo," tegasnya.

Menurut Fadel, dirinya mengklaim bersih dan tak terlibat dalam dugaan korupsi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi Gorontalo 2001 lalu.

LSM GCW itu, tiga kali mengakukan praperadilan. Namun, hanya sekali Pengadilan mengabulkan gugatannya yang memerintahkan termohon Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk membuka kembali kasus korupsi tersebut.

"Kasus itu terjadi pada 2001 lalu. Dana Silpa sebesar Rp 5,4 miliar itu, digunakan untuk dana mobilisasi 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gorontalo. Masing-masing menerima dana sebanyak Rp 120 juta. Dewan ngotot, akhirnya diputuskan bersama dana dicairkan," katanya.

Beberapa pekan lalu, dana tersebut kembali disoal. Pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo turun tangan. Kemudian seluruh anggota dewan diperintahkan mengembalikan dana ke kas negara.

Karena tak menemukan kerugian uang negara maka Kejaksaan Tinggi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Setelah itu, kasus dibuka kembali pada 2004.

Setelah pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan dan inspektorat tak ditemukan kerugian negara kasus dihentikan. Lalu, dibuka kembali pada 2009. Saat Fadel kembali mengikuti pencalonan kembali sebagai Gubernur Gorontalo.

"Saya tak takut karena saya tak korupsi dan tak makan uang rakyat. Jika bersih, tak korupsi, ya tak perlu lari," tegasnya.


Penulis: Kontributor Malang, Yatimul Ainun
Editor : Tri Wahono