Jumat, 28 November 2014

News / Nasional

Proyek Hambalang

Adhyaksa Dault Merasa Difitnah Andi Mallarangeng

Jumat, 8 Juni 2012 | 11:08 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Jumat (8/6/2012), merasa difitnah oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dalam kasus proyek Hambalang. Pasalnya, beberapa kali Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat menyatakan, pihaknya hanya meneruskan proyek yang dijalani oleh Menteri Pemuda dan Olahrga sebelumnya, yaitu Adhyaksa Dault.

"Beberapa kali dia menyatakan, saya hanya meneruskan proyek yang sudah dijalani oleh Menpora sebelumnya. Memang benar, proyek itu awalnya direncanakan oleh saya selaku Menpora," ungkap Adhyaksa kepada Kompas, Jumat pagi ini.

Namun, nilai proyeknya hanya Rp 125 miliar. Proyek itu juga belum bisa berjalan karena anggarannya masih ditahan Kementerian Keuangan. "Karena belum ada sertifikatnya, Kementerian keuangan memberi tanda bintang di pos anggarannya sehingga belum bisa dicairkan. Jadi, periode saya belum bisa dibangun," ujarnya.

Menurut Adhyaksa, lahannya juga masih disurvei karena kontur berbukit-bukit dan tanah keras serta kalau hujan, tanahnya seperti bubur.

"Justru zaman Andi Mallarangeng yang tiba-tiba bisa muncul sertifikat, dan dananya dinaikkan sampai Rp 1,25 triliun dari sebelumnya hanya Rp 125 miliar. Bahkan, proyeknya pun dijadikan proyek multiyears (tahun jamak). Nah, yang merancang itu semua adalah Andi, dan bukan saya. Saya hanya menganggarkan untuk satu tahun anggaran sebesar Rp 125 miliar," papar Adhyaksa lagi.

Adhyaksa meminta supaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki latar belakang mengapa Andi Mallarangeng mengubah nilai proyeknya menjadi Rp 1,25 triliun dari sebelumnya Rp 125 miliar. "Mengapa pula dijadikan sport centre di lahan yang tidak layak? Mengapa juga penganggarannya dijadikan penganggaran dengan tahun jamak, untuk apa? Nah, itulah yang harus diungkap KPK dari motivasi Andi. Jadi, jangan memfitnah saya," tutur Adhyaksa lagi.


Penulis: Suhartono
Editor : Thomas Pudjo Widijanto