Selasa, 23 September 2014

News / Nasional

Inilah Mobil-mobil Hemat Energi Karya Mahasiswa Indonesia

Kamis, 7 Juni 2012 | 13:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sederetan mobil mentereng dan berwarna cerah terjajar rapi di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/6/2012). Uniknya, nama mobil-mobil mentereng ini sangat khas Indonesia, seperti Keris V.3-Nakoela, Kalabia-Sadewa, Kanayakan-Kanayakan 21, Tumang Medal-Putra Siliwangi, Sangkuriang Medal-Boemi Siliwangi, Cikal Cakrasvarna-Cikal, Semar Prototype, dan Khatulistiwa Line 2.

Setelah dilihat lebih teliti, ternyata mobil ini merupakan mobil hemat energi hasil karya mahasiswa Indonesia. Mobil-mobil ini rencananya akan diikutsertakan dalam ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 4-7 Juli mendatang. SEM adalah ajang yang menantang anak muda untuk merancang kendaraan masa depan yang mampu menempuh jarak terjauh dengan bahan bakar seminimal mungkin.

Mobil bermerek Keris V.3-Nakoela hasil karya mahasiswa UI, misalnya, ditargetkan mampu menempuh jarak 1.000 kilometer per satu liter bahan bakar. Sebelumnya, pada ajang SEM 2011, mobil berukuran 273 cm x 80 cm x 80 cm dan bermesin Honda 110 cc ini telah berhasil menempuh jarak 127 kilometer per satu liter bahan bakar.

Sementara itu, mobil bermerek Cikal Cakrasvarna-Cikal buatan mahasiswa ITB berhasil menempuh 117 kilometer per satu liter bahan bakar. Pada ajang SEM 2012, mahasiswa ITB menargetkan mobil bermesin ICE 100 cc dan berukuran 270 cm x 120 cm x 128 cm ini mampu menempuh jarak 130 kilometer per 1 liter bahan bakar.

Ada lagi mobil bermerek Semar Prototype buatan mahasiswa UGM. Mobil ini berhasil menempuh jarak 144 kilometer per satu liter bahan bakar pada ajang SEM 2011. Tahun ini, mobil bermesin 4 stroke 80 cc dan berukuran 280 cm x 65 cm x 100 cm ini ditargetkan mampu menempuh 280 kilometer per satu liter bahan bakar.

Kagum

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi jajaran menteri, seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Pendidikan M Nuh, dan CEO Royal Dutch Shell Peter Voser, sempat meninjau mobil-mobil hemat energi tersebut. Terkait kompetisi ini, Voser mengatakan, Shell memang mengambil langkah inovatif untuk merespons tantangan energi masa depan.

"Saya sangat terkesan dengan antusiasme para pelajar dan komitmen mereka untuk menjawab tantangan ini. Ini memberi saya harapan bahwa kita semua dapat membuat perubahan positif untuk memenuhi tantangan energi global di masa depan," kata Voser. Antusiasme serupa diekspresikan Jero.

"Saya kagum ada mobil yang mampu menempuh jarak 100 kilometer per satu liter bahan bakar. Ada juga yang 130 kilometer per satu liter bensin," kata Jero.

Sementara itu, Nuh berharap mahasiswa Indonesia dapat kembali menoreh prestasi pada SEM 2012. Menurut Nuh, mahasiswa Indonesia telah berhasil membawa harum nama Indonesia pada ajang SEM 2010 dan 2011.

"Tapi sasarannya bukan hanya pada lomba. Ini hanya media untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Sasaran utamanya adalah kita bisa mengembangkan teknologi yang dapat benar-benar mencerminkan penghematan energi," kata Nuh.

Menurut Nuh, mahasiswa yang berhasil pada ajang SEM akan dilibatkan dalam proses perancangan mobil listrik yang ditargetkan selesai pada 2014. Pada 2012, Nuh mengatakan, pemerintah menargetkan mock-up dan desain tiga dimensi telah rampung.

"Pada 2012, prototype sudah keluar. Kemudian pada 2014, sudah ada model layak yang bisa jalan di lapangan," kata Nuh. Ditambahkannya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk biaya riset mobil listrik.


Penulis: Hindra Liauw
Editor : Heru Margianto