Kamis, 24 April 2014

News / Megapolitan

Faisal Desak Foke Jelaskan Kisruh DPT Ke Publik

Selasa, 5 Juni 2012 | 09:04 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2012, terus menuai kecaman. Cagub jalur independen, Faisal Basri Batubara menegaskan, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo harus menjelaskan sendiri kekisruhan DPT kepada publik.

"Minta pertanggungjawabaan kepada gubernur DKI yang sekarang untuk secara cepat, lugas menyelesaikan persoalan ini dan menjelaskan kepada publik, sebagai gubernur, bukan sebagai incumbent," tegasnya dalam jumpa pers di kediamannya, Jl. Ciasem 4, Nomor 22, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2012).

Dalam penetapan daftar pemilih, mulai dari DPS hingga DPT, tim sukses Foke-Nara memang tergolong adem-ayem. Mereka menegaskan mempercayakan seluruh tahapannya kepada KPU Provinsi DKI Jakarta sebagai penyelenggara. Faisal mengatakan, tingkah laku incumbent itu membuat seluruh pasangan curiga.

"Jangankan upaya, bicara pun tidak. Dia cuek, diam seribu bahasa. Kita kooperatif dengan siapapun tapi pakai logika, potensi curangnya sangat mengganggu dan meresahkan," lanjutnya.

Faisal pun tak habis cara untuk mengusahakan agar skenario kecurangan mampu ditekan seminimal mungkin. Salah satunya dengan mengawasi manipulasi tender tinta dan mengefektifkan saksi di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Satu, kami memastikan tinta tidak bermasalah. Kita awasi manipulasi tender tinta. Kedua, saksi melototinnya tambah gila, tidak boleh ada tempat lowong di TPS, artinya tanpa saksi," ujarnya.

Ibarat peribahasa anjing menggonggong kafilah berlalu, di tengah keberatan para tim sukses, KPU Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan DPT berjumlah 6.983.692. Agus Otto, tim advokasi Hidayat-Didik misalnya, menemukan sejumlah DPT yang berpotensi ganda. Ia mencontohkan salah satu DPT, ada dua orang atas nama Mustakim, warga Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dalam keterangan NIK ketika masuk jadi DPS, NIK-nya adalah 3101022007840000. Namun setelah ditetapkan dalam DPT, NIK-nya berubah. Satu 3101022007840001 dan 3101022007840002. Kini, lima tim sukses, kecuali tim pasangan Foke-Nara tersebut tengah melakukan komunikasi untuk menindaklanjuti kejanggalan DPT ke ranah hukum.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Pepih Nugraha