Selasa, 22 Juli 2014

News / Nasional

DPR: Temuan ICW Diserahkan ke Anggota Komisi XI

Senin, 4 Juni 2012 | 21:08 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Azis mengatakan, temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang dinilai bermasalah akan diserahkan ke anggota Komisi XI. "Mereka sudah kita kasih kesempatan kok. Mereka tidak gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Datanya tetap saya berikan ke semua anggota komisi," sebut Harry, di DPR, Senin (4/6/2012).

Ia mengatakan, DPR tidak akan menjadwalkan kembali pertemuan dengan ICW yang seharusnya berlangsung pada minggu lalu. Tetapi, ia tetap akan memberikan laporan tertulis ICW yang diberikan hari ini ke DPR kepada anggota Komisi XI. "Data itu akan saya serahkan pada komisi. Saya sudah ngomong kepada komisi kayaknya sudah tidak ada waktu lagi untuk ICW," sambung dia.

Harry pun mengatakan, digunakan atau tidak data tersebut itu terserah anggota komisi. "Terserah anggota komisi mau menggunakan atau tidak menggunakan," kata dia.

Adapun, Komisi XI akan langsung melanjutkan agenda terkait pemilihan anggota DK OJK dengan rapat dengar pendapat (RDP) bersama panitia seleksi calon anggota DK OJK. Dalam rapat itu akan muncul pertanyaan-pertanyaan dari para anggota dewan.

Lalu, menurut Harry, DPR menjadwalkan uji kepatutan dan kelayakan calon anggota pada hari Kamis (7/6/2012). "Agenda belum berubah sampai sekarang. Mulai jam 10.00 WIB," pungkas Harry.

ICW menilai ada lebih dari 10 kandidat anggota DK OJK yang bermasalah. Nama-nama yang dimaksud disampaikan dalam lampiran masukan tertulis kepada Komisi XI DPR, Senin. ICW melalui Apung Widadi dari Divisi Korupsi Politik, dalam siaran persnya, menyebutkan, terdapat lima calon anggota DK OJK yang memiliki konflik kepentingan dengan Menteri Keuangan selaku ketua panitia seleksi, yakni Agus DW Martowardojo, dan Gunarni Soeworo selaku Komisaris Mandiri. Dari lima calon tersebut, empat orang di antaranya adalah rekanan dari Bank Mandiri. Sementara seorang di antaranya adalah staf khusus Menteri Keuangan.

Empat calon DK OJK memiliki konflik kepentingan dengan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. Selain temuan itu, ada pula satu calon yang berkonflik kepentingan dengan salah satu anggota panitia seleksi yang berasal dari bank yang sama, yakni Gunarni Soeworo selaku anggota Direksi Bank Niaga. "Terdapat satu calon yang jelas-jelas terlibat dalam kasus pengangkatan Anindya Bakrie sebagai anggota Direksi Bakrie Telkom, padahal yang bersangkutan melakukan insider trading yang masih diloloskan. Hal ini diduga merupakan konflik kepentingan dari atau dengan salah seorang anggota panitia seleksi, Ahmad Fuad Rahmani, yang juga terjerat kasus yang sama," kata Apung.


Penulis: Ester Meryana
Editor : I Made Asdhiana