Senin, 28 Juli 2014

News / Megapolitan

Boikot Pilkada Jadi Pilihan Terakhir Faisal-Biem

Senin, 4 Juni 2012 | 18:52 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta jalur independen, Faisal Basri, menegaskan, pihaknya akan berkomunikasi dengan pasangan lainnya untuk memboikot Pilkada DKI Jakarta. Langkah itu dilakukan jika seluruh upaya penyelesaian daftar pemilih tetap tidak kunjung dilakukan.

"Boikot adalah langkah terakhir tatkala upaya langkah demokratis tidak bisa diperjuangkan lagi, maka langkah selanjutnya kami boikot," ujarnya, saat jumpa pers di kediamannya, Jalan Ciasem 4, Nomor 22, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2012).

Terkait ditemukannya sejumlah daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah oleh beberapa tim sukses cagub-cawagub, Faisal mengaku akan membicarakannya lebih lanjut. Ia berharap komunikasi tersebut mampu memecahkan permasalahan DPT yang berkaitan dengan hak konstitusi warga Jakarta dalam hal hak pilih.

"Pilkada enggak boleh disandera oleh satu calon. Kalau lima dari enam calon keberatan dengan bukti solid, tetapi enggak digubris, rasanya sudah saatnya ada sikap tegas," ujarnya.

Sementara itu, setelah ditanyakan apakah temuan tersebut akan dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Faisal mengatakan akan mengikuti hasil musyawarah dengan pasangan lainnya. Sebelumnya diberitakan, berdasarkan rapat pleno penetapan DPT, ditetapkan 6.983.692 orang dengan jumlah TPS 15.059 yang tersebar di enam wilayah di Jakarta.

Dari enam tim sukses, hanya tim pasangan Foke-Nara yang menyetujui penetapan DPT tersebut, sementara lima lainnya menyatakan menolak. Meski demikian, KPU Provinsi DKI Jakarta tetap menetapkan DPT tersebut.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : I Made Asdhiana