Kamis, 17 April 2014

News / Nasional

MA Duga Ada Politik Adu Domba Penegak Hukum

Sabtu, 2 Juni 2012 | 22:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Mahkamah Agung menengarai adanya intrik-intrik politik yang dimaksudkan untuk mengadu-domba antarpenegak hukum dalam kasus pemindahan sidang Wali Kota Semarang non-aktif Soemarmo. Politik adu domba itu dilakukan karena ada pihak yang sangat kecewa dengan keputusan MA.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Muda Pidana Khusus MA yang merangkap sebagai juru bicara MA, Djoko Sarwoko, kepada Kompas, Sabtu (2/6/2012).

Seperti diberitakan, Komisi III DPR mempertanyakan pemindahan sidang Soemarmo. Mereka menemui Wakil Ketua Pengadilan Negeri Semarang dan Kepala Kejaksaan Negeri Semarang serta Polda Jawa Tengah. Ditemukan bahwa pihak PN Semarang tersinggung dengan alasan yang dikemukan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait pemindahan sidang Soemarmo. Disebutkan bahwa Pengadilan tidak obyektif dan bisa dikendalikan terdakwa.

Ditanya mengenai apakah intrik yang dimaksud adalah pengungkapan ketersinggungan pihak pengadilan, Djoko mengungkapkan, "Ya silakan saja. Itu mungkin upaya-upaya yang mereka bentuk untuk mengadu domba. Nanti kita lihat ke depan apa tujuannya," ujar Djoko.

Djoko menegaskan, pihaknya tidak akan tunduk pada berbagai intervensi yang coba dilakukan. MA menolak upaya-upaya tersebut. Soal pemindahan, Djoko kembali menegaskan bahwa hal tersebut wewenang MA.


Penulis: Susana Rita
Editor : Marcus Suprihadi