Senin, 31 Agustus 2015

Nasional

Pidato Bung Karno Akan Diperdengarkan Kembali

Jumat, 1 Juni 2012 | 00:54 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Pidato Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno, tanggal 1 Juni 1961 akan diperdengarkan kembali kepada seluruh masyarakat Jawa Barat pada 1 Juni 2012 melalui siaran radio, dalam rangka pencanangan Bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno.

"Pidato pada tanggal 1 Juni 1945 tidak ada rekamannya, tapi pada tahun 1961 ada, dan kita sampaikan kembali pada peringatan sekarang," kata Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Mathius Tandiontong di Kota Bandung, Kamis (31/5/2012).

Rekaman pidato yang berdurasi sekitar 30 menit ini, kata Mathius, berisikan tentang dasar berdirinya bangsa Indonesia yang dipaparkan oleh Bung Karno.

"Isinya dasar berdirinya bangsa Indonesia. Sebenarnya bukan belum pernah terungkap, cuma persoalannya ialah urutan-urutan Pancasila itu berbeda," katanya.

"Tapi diformalkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menjadi urutan Pancasila yang sekarang ada, yakni urutannya dimulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa. Kalau di pidato Bung Karno dimulai dengan kebangsaan atau diawali bersatunya kebangsaan," tambah Mathius.

Dia mengatakan, rekaman pidato tersebut serentak akan diputar di 14 radio swasta yang ada di Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada tanggal 1 Juni 2012 pukul 20.00 WIB.

"Untuk Jabar sendiri ada 14 radio yang akan memutarkan rekaman pidato Bung Karno ini. Di Bandung bisa didengarkan di Radio Mara, Garuda, dan Radio Lita," ujar dia.

Pihaknya menambahkan, DPD PDI Perjuangan pada tanggal 3 Juni 2012 akan digelar Rapat Umum Kebangsaan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung. "Pada tanggal 3 Juni itu kita akan beri nama Rapat Umum Kebangsaan.

"Kita coba membangun sebuah oratorium yang kembali mengingatkan kepada kader partai khususnya, yakni tentang perjalanan sejarah bangsa ini, khususnya PDI-P dari Bandung," ujar dia.

Alasan dipilihnya Gedung Sabuga Bandung sebagai tempat pelaksanaan, kata Mathius, karena Kota Bandung merupakan kota sejarah bagi Bung Karno.

"Kenapa di Bandung atau Sabuga karena Bung Karno pernah kuliah di ITB. Pada intinya ialah kalau secara eksternal kita bisa membangun komunikasi politik dengan masyarakat Jabar," katanya.

Pada kesempatan tersebut, kata dia, juga akan ada penyerahan secara simbolis, Kujang, kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.

"Penyerahan ini sebagai amanat yang disampaikan rakyat Jabar kepada PDI-P bahwa PDI-P bertanggung jawab membangun Jabar. Bukan penghargaan kepada PDI-P, melainkan memberikan tugas kepada PDI-P agar melaksanakan apa yang menjadi harapan-harapan rakyat Jabar," katanya.

Editor : Jodhi Yudono
Sumber: