Sabtu, 25 Oktober 2014

News / News & Features

Komunitas Kretek: Anti Tembakau Agenda Asing

Kamis, 31 Mei 2012 | 16:52 WIB

Terkait

SURABAYA, KOMPAS.com - Memperingati Hari Tanpa Tembakau, puluhan aktivis Komunitas Kretek wilayah Surabaya menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Kamis (31/5/2012) siang. Dalam aksi itu, mereka menuding kampanye anti tembakau yang digalakkan pemerintah Indonesia selama ini adalah agenda asing yang terselubung.

Menurut koordinator aksi, Rahman, aksi yang digelar ini ditujukan untuk mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terkecoh dengan kampanye-kampanye manis pemerintah yang seolah-olah peduli terhadap isu kesehatan. ''Jika dikupas akan tampak rencana memuluskan perusahaan-perusahaan rokok multinasional dan farmasi dalam menguasai pasar Indonesia,'' katanya.

Ia mengungkapkan, dalam 5 tahun terakhir sejak 2003 hingga 2008 impor tembakau naik lebih dari 250 persen. Selain itu sampai hari ini 30 persen tembakau asing telah menguasai stok tembakau nasional. ''Perusahaan rokok internasional juga mulai mengakuisisi perusahaan lokal,'' tambahnya.

Kebijakan kenaikan cukai juga dituding menyebabkan ribuan industri rokok skala kecil gulung tikar. Di Jawa Timur pada tahun 2008 masih terdapat 2.534 pabrik rokok, tapi sekarang hanya tinggal 1.100 pabrik saja.

Dalam tuntutan aksi yang disampaikan secara teatrikal tersebut, Komunitas Kretek Surabaya juga menolak regulasi teknis yakni Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Produk Tembakau. ''Aturan tersebut lebih mengakomodir kepentingan asing daripada kepentingan petani dan pelaku industri tembakau,'' katanya. K15-11

 


Editor : Lusia Kus Anna