Minggu, 26 Oktober 2014

News / Nasional

Hemat Energi

Pidato Hemat Energi SBY Tidak Menginspirasi

Kamis, 31 Mei 2012 | 09:16 WIB

 

 

JAKARTA,KOMPAS.com -  Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan menilai pidato gerakan hemat energi nasional yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (29/5) malam, tidak menggerakkan komitmen serius bagi terciptanya dukungan seluruh elemen bangsa.

Selain kurang menggugah pentingnya kesadaran bersama, sikap Presiden SBY yang selama ini memiliki kelemahan konsistensi, akan membuat makna pidato kali ini sulit menginspirasi khalayak luas untuk mengikutinya. Demikian disampaikan Syahganda di Jakarta, Kamis (31/5), menanggapi efektivitas terhadap gerakan hemat energi nasional tersebut.

Presiden, kata Syahganda, juga mengeluarkan Instruksi Presiden No 13/2011 tentang kebijakan penghematan energi, namun hingga kini tidak terpantau implementasinya sebagai program kampanye nasional yang ingin ditegakkan sungguh-sungguh. Menurutnya, pidato Presiden SBY seharusnya mengawali contoh penghematan energi telah dimulai dari lingkungan kerja rumah tangga kepresidenan, wakil presiden, serta sekretariat negara sebelum mengajak unsur-unsur lainnya termasuk pemerintah daerah menjalankan program penghematan energi secara ketat dan konsisten di tingkat nasional.

"Karena Presiden tidak menyatakan bahwa penghematan dimulai oleh unsur-unsur pendukung kegiatannya secara tegas, maka masyarakat bisa bersikap apatis atas pencanangan gerakan tersebut," ujarnya. Syahganda menambahkan, jangan sampai gerakan penghematan ini sekadar menjadi pencitraan atau bersifat setengah hati, yang akhirnya dilupakan keberadaannya.

 


Penulis: Imam Prihadiyoko
Editor : Thomas Pudjo Widijanto