Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 04:13 WIB
KPK Pernah Minta Dokumen Hambalang
Penulis : Maria Natalia | Rabu, 30 Mei 2012 | 18:50 WIB
|
Share:
KPK Pernah Minta Dokumen HambalangKOMPAS.com/MARIA NATALIALokasi tanah yang amblas di Hambalang saat ini belum diperbaiki. Pihak pelaksana masih membatasi bagian tersebut dengan tali plastik. Tanah di area power house dan fondasi bulu tangkis itu diduga amblas karena pelapukan tanah.

BOGOR, KOMPAS.com — Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  pernah mendatangi kawasan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional atau P3SON di Hambalang, Kecamatan Citereup, Kabupaten, Bogor, Jawa Barat. Mereka meminta sejumlah dokumen administrasi milik Kerja Sama Operasional  PT Adhi Karya dan PT Wika Karya.

"(Penyidik) KPK meminta dokumen administrasi kami, termasuk keuangan kami juga sempat dicek," kata Purwadi Hendro, salah satu pimpinan proyek yang tergabung dalam Kerja Sama Operasional (KSO) proyek Hambalang, Rabu (30/5/2012). Waktu itu, kata Hendro, empat penyidik KPK juga menanyakan perkembangan proyek senilai Rp 1,175 triliun itu.

KPK menyelidiki proyek Hambalang terkait dugaan tindak pidana korupsi atas dana pembangunan proyek tersebut. Hingga saat ini, KPK telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus tersebut.

Kasus ini pertama kali dilontarkan oleh mantan Bendara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Ia menuding dana proyek Hambalang mengalir ke Kongres Partai Demokrat untuk pemenangan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai.

Pembangunan proyek tersebut tengah berlangsung, tetapi sebagian bangunan di antaranya mengalami ambles. Kini, pembangunan proyek itu dihentikan sementara, menunggu selesainya evaluasi terhadap amblesnya bangunan tersebut.

Editor :
Laksono Hari W