Jumat, 22 Agustus 2014

News / Nasional

Marzuki: Investigasi Amblesnya Bangunan di Proyek Hambalang

Senin, 28 Mei 2012 | 12:15 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mendesak semua pihak yang terkait melakukan penyelidikan kasus amblesnya proyek pusat olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Jika ada unsur pidana, aparat penegak hukum harus menindaklanjuti.

"Kalau konstruksi tidak memenuhi kontrak, itu ada niat kontraktor untuk melakukan tindakan kejahatan. Kita serahkan saja untuk diinvestigasi, apakah ada niat untuk mengurangi spesifikasi. Kalau ada niat itu, ada unsur untuk merugikan negara, ya ditindaklanjuti," kata Marzuki di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2012).

Sebelumnya, dua gedung yang berada di proyek Hambalang ambles. Bangunan itu yakni power house dan lapangan indoor.

Marzuki menilai ada sisi positif dari amblesnya proyek itu lantaran dugaan kesalahan dapat diketahui sejak awal. "Kalau enggak roboh, enggak ketahuan. Sudah 10 tahun roboh kan enggak ketahuan tingkah laku kontraktornya," ucap dia.

Adapun mengenai pengerjaan proyek yang disubkontrakkan seperti yang dipermasalahkan Indonesia Corruption Watch, menurut Marzuki, hal itu tidak masalah. Subkontraktor, kata dia, wajar untuk memberikan kesempatan kontraktor menengah dan kecil terlibat dalam proyek besar.

"Kalau semua diambil dan tidak ada subkontraktor, pengusaha menengah dan kecil tidak ada kesempatan untuk kerjakan proyek-proyek besar," pungkas politisi Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, PT Adhi Karya merupakan salah satu BUMN penggarap proyek Hambalang yang nilainya Rp 1,5 triliun itu. Proyek tersebut dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) antara Adhi Karya dan Wijaya Karya. Dalam pelaksanaannya, KSO tersebut mensubkontrakkan proyek ke sejumlah perusahaan lain, di antaranya adalah Dutasari Citralaras dan PT Global Daya Manunggal.

Dutasari mengerjakan bagian mekanikal, elektrik, dan plumbing, sedangkan Global mengerjakan bagian arsitektur dan struktur. Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek itu.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : A. Wisnubrata