Kamis, 24 Juli 2014

News / Nasional

Diana Diperiksa Terkait Hambalang dan Kongres Demokrat

Sabtu, 26 Mei 2012 | 04:40 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqqodas menyatakan, pihaknya memanggil Diana Maringka untuk mendapatkan penjelasannya mengenai dugaan aliran dana Proyek Hambalang ke Kongres Partai Demokrat. Namun, Busyro enggan menjelaskan hasil dari pemeriksaan terhadap mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Minahasa Tenggara Partai Demokrat tersebut.

"Seluruh proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan itu harus berbasis pada mengumpulkan semua informasi, kemudian kami sharing, dan kami takar. Nah, itu yang kami lakukan dalam kasus tersebut. Dikembangkan dari apa yang disampaikan Nazaruddin," kata Busyro di Jakarta, Jumat (25/5/2012) malam.

Meski sudah memeriksa hampir puluhan saksi, Busyro mengaku, belum ada penetapan tersangka dalam kasus itu. KPK, kata dia masih membutuhkan keterangan dan fakta berkualitas untuk menetapkan tersangka. Dalam pengembangan kasus ini, tutur Busyro, KPK berencana akan memanggil Anas lagi.

"Tentu akan kami periksa (Anas). Nanti waktunya tergantung pemeriksaan yang tadi hasilnya gimana," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Diana Maringka mengaku pernah mendapat uang 7.000 dollar AS, Rp 100 juta, dan Rp 30 juta dalam beberapa tahap saat kongres Partai Demokrat berlangsung. Uang itu, kata Diana, terkait pemenangan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai. Namun, saat ditanya asal-usul uang yang dibagikan dalam kongres tersebut, Diana mengaku tidak tahu. Ia juga mengaku tidak tahu-menahu seputar proyek Hambalang yang nilainya mencapai Rp 1,52 triliun itu.


Penulis: Maria Natalia
Editor : Hertanto Soebijoto