Selasa, 2 September 2014

News / Nasional

Menteri Agama: Beda Artis Lokal dan Lady Gaga

Kamis, 24 Mei 2012 | 16:13 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Langkah Kementerian Agama yang tetap menyarankan Polri untuk tidak memberikan izin konser Lady Gaga bertajuk "The Born This Way Ball Tour" yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 3 Juni 2012 disesalkan sejumlah pihak. Salah satu alasannya, Lady Gaga kerap mempertontonkan bagian tubuh yang dianggap sensual ketika beraksi di atas panggung.

Satu pertanyaan yang mengemuka, mengapa Kemenag tetap bergeming dengan konser artis lokal yang kadang juga menonjolkan sensualitas? Terkait dengan hal ini, Menteri Agama Suryadharma Ali, yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan, memiliki argumen. Menurut dia, artis lokal, termasuk penyanyi dangdut, tampil di panggung semata-mata untuk tujuan menghibur.

"Sementara Lady Gaga ada unsur ideologis," kata Suryadharma kepada para wartawan, Kamis (24/5/2012).

Suryadharma yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi mencontohkan, Lady Gaga mengenakan kostum dengan lambang salib terbalik. Di suatu video, ada adegan ketika Lady Gaga memakan kalung rosario.

"Lirik-liriknya juga seperti antiagama," kata Suryadharma yang mengaku tidak pernah menyaksikan tayangan aksi panggung Lady Gaga.

Suryadharma mengatakan, pemerintah, termasuk Kemenag, berkewajiban untuk menjaga moralitas bangsa ini. Ketika dimintai komentar Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj bahwa moralitas warga NU tak akan rusak karena menonton konser Lady Gaga, Suryadharma meminta semua pihak tak menyamaratakan. Menurut dia, tetap ada orang-orang yang rentan dengan aksi panggung Lady Gaga.


Penulis: Hindra Liauw
Editor : A. Wisnubrata