Kompas.com/Natalia MariaSuasana serah terima Jenazah korban kecelakaan pesawat sukhoi di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (23/5/2012)
JAKARTA, KOMPAS.com — Belasan pilot dan pramugari dari Airfast yang merupakan kerabat Gatot Purwoko, korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, tampak mendampingi iring-iringan proses serah terima peti jenazah di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (23/5/2012). Seluruh pilot dan pramugari itu sengaja mendampingi serah terima peti jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Gatot.
Gatot Purwoko merupakam Safety Advisor Airfast yang pada saat kecelakan menjadi salah satu penumpang yang diundang mengikuti joyflight pesawat Sukhoi Superjet 100 keluaran Rusia.
Fairuz, pramugari Airfast, mengatakan, sebagian besar karyawan Airfast sengaja datang ke Bandara Halim Perdanakusuma. "Semua yang libur dan sebagian besar karyawan dibawa ke sini untuk penghormatan terakhir. Nanti di rumah duka akan ada penghormatan juga," ungkap Fairuz, Rabu (23/5/2012), di Bandara Halim Perdanakusuma.
Fairuz mengatakan, pihak manajemen termasuk pilot dan pramugari Airfast akan mendampingi mulai dari Bandara Halim Perdanakusuma, rumah duka di kawasan Cireuendeu, hingga ke TPU Tanah Kusir. "Rencananya hari ini akan dikebumikan di Tanah Kusir," tuturnya.
Sebelumnya, tim identifikasi gabungan DVI Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 45 jasad korban Sukhoi SuperJet 100. Identifikasi dilakukan berdasarkan sidik jari, DNA, gigi geligi, tanda medik dan properti korban jatuhnya Sukhoi di Gunung Salak, Bogor.
Berikut ini daftar nama korban berdasarkan urutan sampel ante-mortem:
Seluruhnya adalah awak dan penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang turut mengikuti joyflight kedua pada Rabu (9/5/2012). Saat itu, pesawat tiba-tiba hilang kontak setelah pilot sempat meminta turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki di atas kawasan udara Lanud Atang Sanjaya.
Setelah itu akhirnya ditemukan tim SAR pada Jumat (11/5/2012) pagi dengan kondisi hancur berkeping-keping. Seluruh penumpang dan awak pesawat tewas dalam kecelakan ini.

