Minggu, 26 Oktober 2014

News / Nasional

Hari Ini, KPK Kirim Surat Panggilan Pemeriksaan Menpora

Selasa, 22 Mei 2012 | 11:23 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mengirimkan surat panggilan pemeriksaan ke Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, Selasa (22/5/2012). Andi dipanggil untuk diperiksa terkait penyelidikan pembangunan pusat pendidikan dan latihan olahraga Hambalang, Jawa Barat. Pemeriksaan terhadap Andi ini dijadwalkan KPK pada Kamis (24/5/2012) nanti.

"Dijadwalkan permintaan keterangan hari Kamis, suratnya rencananya hari ini dikirim," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, melalui pesan singkat, Selasa.

Kemarin, Johan mengatakan bahwa Andi akan dimintai keterangan terkait proses pengadaan proyek Hambalang yang nilainya Rp 1,52 triliun itu. Selaku Menpora yang kemeteriannya menggarap proyek tersebut, Andi dianggap tahu seputar proses pengadaannya yang juga melibatkan Komisi X DPR.

Selain Andi, KPK juga berencana memeriksa Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dalam kasus ini. Mengenai kapan Anas akan diperiksa, Johan belum dapat memastikan hal tersebut.

Penyelidikan kasus pembangunan pusat olahraga Hambalang ini berawal dari temuan KPK saat melakukan penggeledahan di kantor Permai Grup (perusahaan Nazaruddin), beberapa waktu lalu terkait penyidikan kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games. Nazaruddin yang divonis empat tahun 10 bulan penjara dalam kasus suap itu, menyebut Anas sebagai pihak yang mengatur proyek Hambalang. Nazaruddin juga mengatakan, ada aliran dana Hambalang ke Anas.

Dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun lalu, kata Nazaruddin, Anas membagi-bagikan hampir 7 juta dollar AS kepada sejumlah dewan pimpinan cabang. Uang 7 juta dollar AS tersebut, katanya, berasal dari pihak Adhikarya, pelaksana proyek Hambalang.

Selain menuding Anas, Nazaruddin juga menyebut Andi dapat uang Rp 10 miliar dari proyek Hambalang. Uang tersebut, katanya, diberikan oleh Mahfud Suroso, pengusaha yang disebut sebagai orang dekat Anas Urbaningrum.

"Dari Rp 100 miliar ke Yulianis, Rp 50 miliar ke Andi katanya. Mahfud waktu itu Rp 10 miliar," kata Nazaruddin seusai diperiksa KPK, (13/4/2012).

Andi Dilapori Nazaruddin soal Sertifikat Hambalang

Dalam persidangan kasus suap wisma atlet SEA Games yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, beberapa waktu lalu, Ketua Komisi X DPR, Mahyuddin mengatakan kalau Nazaruddin pernah melapor ke Andi soal sertifikat lahan Hambalang yang selesai diurus.

Hal itu disampaikan Nazaruddin ke Andi dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Andi, Januari 2010 lalu. Pertemuan itu juga diikuti Mahyuddin dan Angelina Sondakh. Menurut Mahyuddin, Andi merespon laporan Nazaruddin tersebut dengan mengucapkan "terima kasih".


Penulis: Icha Rastika
Editor : A. Wisnubrata