Rabu, 30 Juli 2014

News / Nasional

Aburizal: Anarkisme Tak Bisa Dibiarkan

Senin, 21 Mei 2012 | 21:05 WIB

CANBERRA, KOMPAS.com -- Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, harus ada payung hukum bagi penegak hukum untuk mengatasi tindakan anarkisme seperti yang marak terjadi akhir-akhir ini. Apapun alasannya, anarkisme tidak bisa dibiarkan.

"Terakhir adalah soal (rencana konser) Lady Gaga. Boleh orang tidak sepakat kedatangan Lady Gaga (ke Indonesia), tetapi mengancam dengan tindakan anarkis, tidak bisa dibiarkan. Juga anarki dengan alasan agama seperti di Maluku, Sulawesi Tengah, termasuk di Jakarta," kata Aburizal Bakrie, di sela kunjungan kerjanya di Canberra, Australia, Senin (21/5/2012) petang.

Menurut Aburizal, cara efektif untuk mengatasi anarkisme tersebut adalah dengan tindakan tegas dari pemerintah. Oleh karena itu, polisi harus mempunyai payung hukum untuk menghadapi hal seperti itu agar tidak disalahkan.

"Di negara manapun, jika seseorang mengancam polisi maka akan ditembak. Di Indonesia tidak. Dalam beberapa kasus ketika polisi mengatasi tindakana anarkis, justru kena tindakan administrasi dan kemudian dibebastugaskan. Selain itu, polisi juga perlu ada perbaikan," tutur Aburizal.


Penulis: Yovita Arika
Editor : Nasru Alam Aziz