Pekan Depan, Pemeriksaan Saksi Perusahaan - Kompas.com

Pekan Depan, Pemeriksaan Saksi Perusahaan

Kompas.com - 19/05/2012, 04:05 WIB

Jakarta, Kompas - Penyidik gabungan Kementerian Lingkungan Hidup, Polri, dan Kejaksaan Agung, Senin (21/5) dijadwalkan mulai memeriksa saksi-saksi atas pembakaran lahan gambut Rawa Tripa di Kawasan Ekosistem Leuser Aceh. Saksi-saksi itu dari perusahaan PT Kalista Alam dan PT Surya Panen Subur 2. Ini tindak lanjut penyidikan di lapangan beberapa waktu lalu.

”Sekarang pemanggilan pertama untuk saksi-saksi dari kedua perusahaan. Saksi lain nantinya juga dari instansi pemerintah, seperti Pemprov Aceh dan Badan Pertanahan Nasional,” ucap Sudariyono, Deputi Penegakan Hukum Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Jumat di Jakarta.

Saat masih di Nagan Raya, tim telah memeriksa saksi-saksi warga setempat. Pemberkasan untuk memperkuat temuan penyidik.

Di lapangan, tim penyidik menemukan areal Rawa Tripa dibersihkan dan dibakar untuk perkebunan sawit. Pembakaran lahan ini melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 108. Ancaman penjara minimal 3-10 tahun, denda minimal Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar.

Selain sisi pidana, penyidik juga menggunakan hukum perdata sebab ada kerusakan lingkungan akibat pembakaran yang merugikan negara. ”Jumlah ganti rugi masih kami taksir. Proses perdata ini juga berjalan bersama-sama ranah pidana,” ucapnya.

Kasus Rawa Tripa muncul setelah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan beberapa LSM di Aceh menggugat Gubernur Aceh karena menerbitkan izin perluasan 1.605 hektar pada areal Kawasan Ekosistem Leuser. Gugatan di PTUN Banda Aceh itu ditolak majelis hakim.

Kejanggalan pemberian izin ini lalu tercium Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), yang juga Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+. Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto merekomendasikan agar penyidik Kementerian Lingkungan Hidup, Polri, dan Kejaksaan menangani kasus ini.

Dihubungi pada Jumat sore, Direktur PT Surya Panen Subur, Eddy Sutjahyo Busiri, telah menerima surat pemanggilan sebagai saksi. ”Agendanya hari Selasa. Kami pasti hadir dan membawa bukti serta data,” ucapnya.

Ia mengatakan, perusahaannya tak membakar, tetapi jadi korban pembakaran oleh tetangga kebun. Kamis sore, pegawainya di Rawa Tripa bersiaga 24 jam karena terjadi kebakaran di areal PT Kalista Alam.

”Kami langsung lapor ke polisi dan orang lingkungan hidup setempat untuk melihat sendiri kebakaran yang terjadi,” ucapnya.

Tingkatkan koordinasi

Secara terpisah, Tjokorda Nirarta Samadhi, Koordinator Kelompok Kerja Monitoring Moratorium Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+, sepakat kasus Rawa Tripa menjadi jalan mengkaji ulang areal-areal pada peta moratorium (Peta Indikatif Penundaan Izin Baru) yang telah dikeluarkan.

Ia merekomendasikan agar sejumlah instansi pemerintah ber- koordinasi dan mengawasi. (ICH)


Editor

Terkini Lainnya

Atap SDN di Probolinggo Ambruk, Diduga karena Penyelewengan Pembangunan

Atap SDN di Probolinggo Ambruk, Diduga karena Penyelewengan Pembangunan

Regional
Tiga Korban Jatuhnya Cetakan Beton Tol Becakayu Alami Patah Tulang

Tiga Korban Jatuhnya Cetakan Beton Tol Becakayu Alami Patah Tulang

Megapolitan
Pemerintah Moratorium Pengerjaan Proyek Tol Layang

Pemerintah Moratorium Pengerjaan Proyek Tol Layang

Megapolitan
Geng Kriminal di Malaysia Tertangkap, Aset Rp 15 Miliar Dibekukan

Geng Kriminal di Malaysia Tertangkap, Aset Rp 15 Miliar Dibekukan

Internasional
KPK Periksa Made Oka Masagung yang Diduga Perantara Suap untuk Setya Novanto

KPK Periksa Made Oka Masagung yang Diduga Perantara Suap untuk Setya Novanto

Nasional
Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

Megapolitan
YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

Megapolitan
Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

Internasional
Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

Regional
'Dikeroyok' 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

"Dikeroyok" 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

Regional
Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

Regional
Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

Nasional
Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

Internasional

Close Ads X