Senin, 20 Oktober 2014

News / Nasional

Benny: Polisi Larang Lady Gaga tetapi Biarkan Prostitusi

Rabu, 16 Mei 2012 | 16:46 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Benny K Harman mengkritik sikap Kepolisian yang tidak memberi rekomendasi atas konser Lady Gaga yang hendak digelar pada 3 Juni 2012. Menurut Benny, sikap Kepolisian itu tidak masuk akal.

Benny membandingkan sikap Kepolisian itu dengan sikap menutup mata atas praktik prostitusi selama ini. Benny menyebut masih banyaknya pekerja seks asal Asia Tengah yang masuk ke Indonesia. Begitu pula dengan praktik judi.

"Orang Uzbeskistan yang jadi PSK dibuka selebar-lebarnya, sedangkan kelompok musik dunia yang hendak mengekspresikan kehebatan dan kecanggihan budayanya tidak diperbolehkan. Aneh ini. Institusi Kepolisian masih menggunakan pendekatan moralistik tetapi sarat dengan inkonsistensi," kata Benny di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2012).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya tak memberi rekomendasi lantaran banyak pihak memberikan masukan agar melarang konser itu karena penampilan Lady Gaga dinilai tidak sesuai dengan budaya dan moral bangsa Indonesia.

Polda Metro menyebut penampilan Lady Gaga dalam konser-konser sebelumnya memperlihatkan aurat dan gerakan-gerakan erotis. Hal itu bertentangan dengan moral dan budaya bangsa Indonesia.

Benny mengatakan, Kepolisian tidak boleh tunduk terhadap desakan organisasi masyarakat, salah satunya Front Pembela Islam (FPI). Seperti diketahui, FPI menolak keras Lady Gaga datang ke Indonesia. Bahkan, FPI bakal mencegat penyanyi lagu "Alejandro" itu di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Masa Polri melarang hanya (karena) tekanan FPI? Kalau betul larangan itu karena FPI, sejak kapan institusi Kepolisian tunduk kepada FPI. Kalau Kepolisian tidak mampu menghadapi FPI, saya minta Kepolisian 'lempar handuk'," pungkas politisi Partai Demokrat itu.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo