KOMPAS/ALIF ICHWANAnis Datang ke KPK - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Anis Matta mengacungkan jempol usai memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di kantor KPK, Jakarta, Kamis (3/5/2012), pagi. Anis dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengalokasian dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID). Selain itu Anis juga akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk Wa Ode, tersangka kasus tersebut.
JAKARTA, KOMPAS.com - Berbeda dengan partai politik lain, Partai Keadilan Sejahtera tak tertarik dengan kalangan artis untuk diusung menjadi calon legislatif di Pemilu 2014. PKS lebih tertarik pada tokoh daerah untuk menarik suara.
"Kita masih berkepentingan dengan tokoh-tokoh apalagi dengan sistem pemilu terbuka sekarang ini. Ketokohan lokal itu sangat penting," kata Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2012).
Seperti diberitakan, dengan sistem pemilu proporsional terbuka dalam Undang-Undang Pemilu yang baru, caleg butuh suara sebanyak-banyaknya untuk masuk ke parlemen. Akibatnya, caleg populer atau bermodal besar dinilai berpeluang besar terpilih.
Anis mengatakan, pihaknya terus fokus pada pengkaderan. Selain itu, PKS akan memberi peluang kepada tokoh daerah yang memiliki kualitas lebih baik dari kader sendiri. "Syaratnya sama dengan syarat yang lain. Dia punya integritas, kapasitas, punya basis konstituen," ucapnya.
Meski demikian, lanjut Wakil Ketua DPR itu, tetap ada kalangan artis yang layak menjadi caleg. "Ada yang baik, ada juga yang tidak. Kan itu tergantung orangnya. Artis teman-teman di DPR ini ada yang berprestasi, ada yang tidak," kata Anis.
Seperti diberitakan, Partai Golkar secara terbuka menerima jika ada artis ingin bergabung. Beberapa artis terkenal tengah dijajaki. Begitu pula dengan Partai Gerindra. Beberapa artis disebut tertarik untuk mendaftar sebagai caleg.
