Selasa, 21 Oktober 2014

News / Nasional

Polisi Diminta Transparan soal Lady Gaga

Rabu, 16 Mei 2012 | 11:31 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian diminta menjelaskan secara transparan mengenai tidak diberikannya rekomendasi atas konser Lady Gaga yang hendak digelar pada 3 Juni 2012. Sikap Polda Metro Jaya itu dinilai janggal.

"Aparat harus jelaskan secara transparan kepada masyarakat apa alasan melarang konser. Masyarakat harus tau. Kenapa baru sekarang (tak diberi izin)? Rencana konser kan sudah lama, masyarakat sudah beli tiket," kata anggota Komisi III DPR, Saan Mustofa, di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (16/5/2012).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya tak memberi rekomendasi lantaran banyak pihak memberikan masukan agar melarang konser itu karena penampilan Lady Gaga dinilai tidak sesuai dengan budaya dan moral bangsa Indonesia.

Polda Metro menyebut penampilan Lady Gaga dalam konser-konser sebelumnya memperlihatkan aurat dan gerakan-gerakan erotis. Hal itu bertentangan dengan moral dan budaya bangsa Indonesia.

Saan mengatakan, kepolisian harus mengungkapkan siapa saja pihak yang mendesak agar izin keramaian tak diberikan.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menilai kepolisian gamang dalam melaksanakan tugas pokoknya. Kepolisian, kata dia, tidak percaya diri ketika dihadapkan dengan sekelompok orang atau organisasi masyarakat yang memaksakan kehendak.

Menurut Tubagus, sikap kepolisian—tak memberikan rekomendasi itu—menjadi preseden buruk terhadap penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia. "Artinya, masyarakat sudah semakin tak percaya terhadap aparat ketika aparat mudah didikte," katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, "Negara gagal menjaga semangat pluralisme. Seni harus dipandang sebagai karya. Andaikan ada yang kurang diterima oleh sebagian masyarakat, selesaikanlah dengan cara bermartabat, bukan dengan cara mengancam, intimidasi, atau tindakan kekerasan."


Penulis: Sandro Gatra
Editor : A. Wisnubrata