Sabtu, 29 November 2014

News / Nasional

Perempuan dan Politik

Megawati: Saya Kenal Politik Sejak Kanak-kanak

Selasa, 15 Mei 2012 | 16:49 WIB

INNSBRUCK, KOMPAS.com- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengaku sudah mengenal dunia politik sejak kanak-kanak. Tahun 1961 misalnya, ia menjadi anggota delegasi termuda Indonesia, saat berusia 14 tahun, dalam Konferensi Gerakan Nonblok di Beograd, Yugoslavia.

Hal itu dikisahkan Megawati saat menjadi pembicara utama dalam seminar internasional tentang perempuan dan politik di Universitas Innsbruck, Austria, Selasa (15/5/2012).

Seminar dibuka pula dengan pidato dari Wali Kota Innsbruck Christine Oppitz-Plorer dan Wakil Rektor Universitas Innsbruck Prof Dr Anke Bockreis. Keduanya juga perempuan.

Oleh karena mengenal politik sejak kecil, lanjut Megawati, keterlibatannya dalam dunia politik bukan persoalan ia perempuan atau laki-laki. "Saya tidak pernah membelah politik berdasarkan perbedaan jender," tegas Presiden Kelima Republik Indonesia itu.

Apalagi, lanjut Megawati, sejarah panjang Bangsa Indonesia memberikan tempat yang sangat baik pada perempuan dalam bidang politik.

Pada masa Kerajaan Majapahit misalnya, ada nama Gayatri Rajapadni yang melahirkan Ratu Tribhuwana Tungga Dewi. Juga ada Laksamana Malahayati dan Tjut Nyak Dien di Aceh, Sultanah Taj Alam dan Sultanah Nur Alam di Aceh, maupun RA Kartini di Jawa.

Megawati justru memprihatinkan kecenderungan menurunnya keterlibatan kaum perempuan dalam bidang politik di Indonesia saat ini. Alasannya pun terkadang amat sederhana, karena tak diizinkan suaminya.

Kondisi inilah yang harus diretas oleh kaum perempuan Indonesia. Apalagi, Undang-undang dan konstitusi sudah menjamin peran perempuan, termasuk dalam bidang politik.

Pidato Megawati disampaikan dalam Bahasa Indonesia. Namun, ia sebelumnya menyapa peserta seminar dengan Bahasa Jerman, bahasa resmi di Austria. Peserta seminar pun menyambut sapaan itu dengan tepuk tangan meriah.


Penulis: Tri Agung Kristanto
Editor : Marcus Suprihadi