Selasa, 23 Desember 2014

News / Bisnis & Keuangan

Sky Aviation Tunda Beli Sukhoi Superjet 100

Selasa, 15 Mei 2012 | 08:47 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sky Aviation rencananya akan membeli 12 unit pesawat Sukhoi Superjet 100 keluaran Rusia yang terbaru. Sebelum membeli, sejumlah manajemen dan pramugari mencoba pesawat yang konon supercanggih itu pada Rabu (9/5/2012) dalam sebuah undangan joyflight pihak Sukhoi.

Joyflight dilakukan sebanyak dua kali. Joyflight pertama dengan rute Halim-Bogor-Halim berlangsung aman-aman saja tanpa gangguan. Namun, untuk joyflight kedua, nasib berkata lain. Pesawat itu hilang kontak dengan air traffic control (ATC) dan langsung menghantam tebing Gunung Salak.

Pesawat hancur berkeping-keping, sebanyak 45 orang penumpang di dalamnya turut menjadi korban. Ada 9 orang kru kabin Sky Aviation juga termasuk menjadi korban.

Atas peristiwa itu, PT Sky Aviation berduka. Perusahaan maskapai itu pun mulai mengevaluasi lagi kontrak dengan Sukhoi yang sempat ditandatangani. "Ada penundaan, kami menunggu dulu 1 tahun. Baru rencananya ada 12 unit yang akan dibeli, tapi setelah peristiwa itu kami tunda," ujar Safety Manager PT Sky Aviation, Sukamto.

Ia menuturkan, pihak Sky akan menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang baru akan diketahui satu tahun mendatang. "Dari KNKT kan hasilnya baru satu tahun, jadi kami dalam posisi menunggu itu," imbuh Sukamto.

Sementara itu, PT Trimargarekatama selaku agen perantara promosi pesawat Sukhoi Superjet 100 enggan berkomentar banyak soal adanya kemungkinan pembatalan pembelian Sukhoi.

Di Indonesia, sudah ada tiga maskapai yang tertarik membeli pesawat itu yakni Kartika Airlines 30 unit, Sky Aviation 12 unit, dan Queen Air 6 unit. "Sampai sekarang belum bisa katakan pembatalan itu ada, tapi dengan kondisi seperti ini tidak bicara bisnis atau pembelian," ujar konsultan PT Trimargarekatama, Soenaryo.

Kendati demikian, Soenaryo menuturkan pihak Sukhoi tetap melanjutkan produksi pesawat tersebut. "Tapi kalau dari maskapai penerbangan yang beli saya tidak bisa jawab," tandasnya.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Erlangga Djumena