Minggu, 23 November 2014

News / Nasional

7 Summits Expedition

Pendaki Indonesia ke Puncak Everest

Senin, 14 Mei 2012 | 21:55 WIB

BASE CAMP EVEREST, KOMPAS - Dua pendaki tim ekspedisi tujuh puncak dunia Indonesia mendaki puncak Everest, dengan meninggalkan Kamp Utama Everest di ketinggian 5.364 meter di atas permukaan laut, Selasa (15/5/2012) dini hari nanti menuju Kamp II.

Diperkirakan, mereka akan mencapai puncak tertinggi di dunia ini pada Sabtu (19/5/2012).

Wartawan Kompas, Harry Susilo, melaporkan, kedua pendaki yang melalui jalur selatan ini, yakni Ardeshir Yaftebbi dan Fajri Al Luthfi, sudah bersiap dan berkemas, pada Senin (14/5/2012) sore.

Mereka berencana meninggalkan Everest Base Camp (kamp utama Everest) pada pukul 01.00 waktu setempat, dengan didampingi pendaki profesional asal Jepang selaku pemandu dari Mountain Experience, Hiroyuki Kuraoka, bersama dua pendaki Jepang lain, Kazu Fumy (30) dan Yukiko Tanaka (51).

"Kami berangkat Selasa dini hari ini setelah memastikan jalur tali (fixed rope) dari Kamp IV menuju puncak akan dipasang pada tanggal 17-18 Mei. Jadi kami bisa menuju puncak pada tanggal 19 Mei," ujar Hiroyuki Kuraoka, yang sudah lima kali mencapai puncak Everest (8.848 meter di atas permukaan laut/mdpl).

Diprediksi, cuaca di sekitar puncak pada 17-19 Mei cukup baik. Perjalanan dari Kamp Utama menuju Kamp II (6.450 mdpl) memakan delapan jam perjalanan, melewati Khumbu Ice Fall yang dikenal berbahaya karena longsoran salju yang sewaktu-waktu datang.

Setibanya di kamp II, mereka akan menginap dua malam untuk memulihkan kondisi fisik sebelum menuju kamp III (7.300 mdpl). Ketua tim pendaki, Ardeshir Yaftebbi mengatakan, kedua pendaki dijadwalkan sudah berada di South Col atau Kamp IV (7.900 mdpl) pada 18 Mei siang.

Setelah istirahat secukupnya, pendaki dan sherpa akan bergerak menuju puncak pada hari yang sama pukul 22.00 waktu setempat. Perjalanan dari Kamp IV menuju puncak diperkirakan 6-8 jam dengan menggunakan oksigen.

"Setiap orang menggunakan enam tabung oksigen. Kami mulai menggunakan oksigen mulai dari kamp III," kata Ardeshir.

Sebelumnya, para pendaki yang baru saja menyelesaikan program aklimatisasinya selama sebulan pada 9 Mei lalu, menunggu cuaca baik untuk mendaki ke puncak. Berdasarkan prakiraan cuaca, 9-16 Mei di sekitar puncak Everest masih didera cuaca buruk.

"Kecepatan angin bisa mencapai 150 kilometer per jam dan itu sangat berbahaya," kata Hiro menambahkan.

Menurut Ardeshir, kedua pendaki dari sisi utara, yakni Nurhuda dan Iwan Irawan akan memulai perjalanan menuju puncak Everest pada 16 Mei. Mereka berangkat dari Advance Base Camp (6.500 mdpl) ke North Col atau Kamp I (7.000 mdpl). Kemudian pada 17 Mei, mereka bergerak dari Kamp II (7.800 mdpl).


Penulis: Harry Susilo
Editor : Agus Mulyadi