Kamis, 31 Juli 2014

News / Travel

Berkunjung ke Kebun Lada sampai Murbei

Sabtu, 12 Mei 2012 | 16:34 WIB

Berita terkait

KOMPAS.com – Kebun teh dan kebun kopi mungkin sudah biasa dijadikan destinasi agrowisata. Selain itu, Indonesia memiliki kebun dengan beragam sayuran maupun buah yang sangat berpotensi untuk dijadikan destinasi agrowisata. Hanya saja, tak semua pemilik kebun pintar mengelola potensi ini. Berikut beberapa kebun yang bisa dijadikan destinasi agrowisata.

Kebun Lada di Bangka. Jika biasanya kita hanya tahu lada putih dalam bentuk bubuk, jika berkunjung ke kebun lada di Desa Tanjung Ratu, Sungai Liat, Bangka, maka penunjung dapat melihat langsung lada dalam bentuk utuh di pohon.

Bangka memang terkenal sebagai produsen lada putih. Kebun lada di Desa Tanjung Ratu ini mencapai 100 hektar dan berada di kawasan tinggi yang berhawa sejuk. Wisatawan dapat berjalan-jalan di tengah kebun lada dan mencium aroma lada.

Di saat-saat tertentu, wisatawan dapat melihat langsung para pemetik lada dengan terampil memetiki lada. Wisatawan juga dapat belajar memetik lada dari para pemetik tersebut.

Kebun Tanaman Obat di Bogor. Di kebun ini terdapat 550 jenis tanaman obat. Wisatawan dapat mempelajari jenis-jenis tanaman obat serta cara pengolahannya.

Kebun Tanaman Obat Karyasari berada di Desa Karyasari, Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat. Letaknya yang berada di kaki Gunung Sanggabuana membuat hawa di kawasan ini beitu sejuk. Apalagi secara jarak sebenarnya cukup dekat dari Jakarta, sekitar 3 jam perjalanan darat.

Wisatawan dapat belajar fungsi dari tanaman obat yang tumbuh alami maupun hasil pembudidayaan. Pengunjung akan dikenakan biaya Rp 95.000 untuk paket wisata yang sudah termasuk transportasi pulang pergi Jakarta-kebun, seminar, tur kebun, sampai makan siang.

Kebun Salak di Sleman. Menyebut salak maka tak bisa lepas dari Agrowisata Turi. Berada di Kecamatan Turi, Magelang, saat masuk kecamatan ini, pohon salak berhamparan memenuhi pemandangan diselingi sawah.

Sementara itu, untuk masuk ke Agrowisata Turi, pengunjung akan dikenakan tiket masuk. Pengunjung kemudian akan diajak berkeliling kebun salak. Usai tur kebun, pengunjung pun dapat mencicipi salak. Ada beragam jenis salak di kebun ini.

Kebun Karet di Banyuwangi. Kebun Kendeng Lembu memiliki beragam tanaman seperti karet, cokelat, dan kopi. Namun, karet bisa jadi sisi yang paling menarik. Kebun ini terletak di Kecamatan Glenmore, dekat dengan Banyuwangi, Jawa Timur.

Pengunjung dapat melihat langsung proses pengambilan getah dari pohon karet. Serta pengolahan getah menjadi karet. Proses pengolahan kakao juga menjadi atraksi wisata yang unik.

Kebun Tembakau di Jember. Tanaman tembakau banyak tersebar di Pulau Jawa. Namun, salah satu kebun tembakau yang sering dijadikan agrowisata adalah kebun milik PTPN IX yang berada di Jenggawah, Jember, Jawa Timur.

Pengunjung akan diajak melihat kebun tembakau. Selain berkeliling kebun, pengunjung akan melihat proses pembuatan tembakau menjadi cerutu. Mulai dari penyortiran, pengepakan, dan pembuatan cerutu.

Kebun Tebu di Jember. Lagi-lagi di Jember, tetapi kali ini adalah tanaman tebu. Agrowisata tebu terletak di Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Jember, Jawa Timur. Kebun tebu ini berusia tua karena sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Pun begitu dengan pabrik pengolahan tebu menjadi gula yang sudah ada sejak masa Belanda di tahun 1921. Turis bisa berkeliling kebun tebu menggunakan loko uap sepanjang 45 kilometer. Lalu melihat-lihat bangunan pabrik peninggalan Belanda serta proses pengolahan tebu.

Kebun Jati di Cepu. Agrowisata yang satu ini berada di Cepu, Jawa Tengah. Tepatnya adalah hutan jati Kesatuan Pemangkuan Hutan Perum Perhutani. Pengunjung akan berkeliling di hutan pohon jati dengan kereta tua.

Tak hanya itu, pengunjung pun dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar dan melihat tradisi masyarakat dalam mengolah minyak secara tradisional. Kelar perjalanan dengan kereta, pengunjung akan melihat tempat penimbunan kayu.

Selain melihat log jati, pengunjung juga akan diajak ke industri pengolahan kayu jati. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan pembuatan furnitur dengan bahan baku jati.

Kebun Murbei di Wajo. Jika mendengar tanaman murbei, maka dengan mudah kita bisa kaitkan dengan ulat sutera. Agrowisata sutra menjadi andalan daerah Wajo di Sulawesi Selatan.

Murbei menjadi pakan bagi ulat sutera. Dari kokon ulat sutera kemudian diolah menjadi benang. Setelah proses pemintalan, benang pun menjadi kain. Di Wajo, proses penanaman murbei sampai pembuatan kain sutera menjadi daya tarik turis.

Agrowisata ini terletak di Kecamatan Sabbangparu. Pengunjung akan melihat pembibitan dan penanaman murbei, lalu cara memelihara ulat sutera. Dilanjutkan tur ke pengolahan kokon menjadi benang, proses pemintalan, dan penenunan benang menjadi kain.

Kebun lainnya. Selain kebun-kebun yang disebut di atas, Anda juga bisa berkunjung ke kebun bunga di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Lalu Kebun Apel di Malang dan Kebun Durian di Klaten. Sekitar Jakarta, Anda bisa bertandang ke Kebun Belimbing di Depok.

Di Kalimantan, tepatnya di Sambas, Anda bisa mengunjugi agrowisata kebun Jeruk. Kebun Jeruk yang dijadikan agrowisata juga bisa Anda temukan di Poso, Sulawesi Tengah.


Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana