Rabu, 23 Juli 2014

News / Regional

Perdagangan

Rp 400 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Tradisional

Jumat, 11 Mei 2012 | 21:36 WIB

PURWOREJO, KOMPAS.com - Selama tahun 2011, revitalisasi pasar tradisional telah dilakukan di 75 kota dan kabupaten, dengan alokasi anggaran mencapai Rp 400 miliar.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mengatakan, revitalisasi pasar tradisional ini masih akan terus dilanjutkan, dengan mengembangkan sebagian pasar tradisional menjadi pasar percontohan.

"Upaya merevitalisasi pasar adalah upaya untuk menjaga hubungan antara pedagang dan pembeli di sekitarnya, dan menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya," ujarnya, saat ditemui di sela-sela peresmian Pasar Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (11/5/2012).

Di pasar percontohan misalnya, Kementerian Perdagangan melakukan upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar dapat dilakukan dengan mendorong para pedagang untuk menjual produk khas daerah sekitar. Dengan cara ini, ke depan, pasar percontohan tersebut diharapkan dapat menjadi obyek wisata dan dikunjungi lebih banyak orang.

Pada tahun 2011 telah dibuat 10 pasar percontohan, dan pada tahun 2012 akan kembali dibangun 20 pasar percontohan dengan anggaran Rp 180,5 miliar.  

Pasar Grabag adalah pasar percontohan yang dibangun dengan dana APBN Rp 4 miliar, dan dana dukungan dari Pemerintah Kabupaten Purworejo Rp 133 juta. Pasar ini terdiri dari 49 kios, tujuh los, dan dapat menampung 198 pedagang.

Selain menjadi pusat perdagangan, Pasar Grabag juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas market studies, sehingga menjadi pusat pembelajaran masyarakat sekitar. Dalam market studies ini dilakukan kegiatan bimbingan belajar, didirikan tempat penitipan anak (TPA) bagi para pedagang, dan sanggar tari bersertifikat.

Program revitalisasi pasar, menurut Gita, dipastikan masih akan berlangsung lama. Salah satu pasar yang akan direvitalisasi pada tahap selanjutnya adalah Pasar Rejowinangun di Kota Magelang, yang telah habis terbakar pada tahun 2007.

Bupati Purworejo, Mahsun Zain, mengatakan, di Kabupaten Purworejo, saat ini terdapat 28 pasar tradisional yang mendesak untuk direvitalisasi, karena dalam keadaan 50 persen rusak dan kumuh.  

"Kami berharap, ke depan, pemerintah pusat juga mau membantu merevitalisasi 28 pasar tradisional tersebut karena pasar ini menjadi sarana vital bagi masyarakat di sekitarnya," ujarnya.

 

 

 


Penulis: Regina Rukmorini
Editor : Agus Mulyadi