Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Megapolitan

Finalis Putri Pariwisata Itu Sempat Tak Diizinkan Terbang

Jumat, 11 Mei 2012 | 19:55 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Perasaan duka memang kerap membangkitkan kenangan-kenangan pada masa lalu. Penyesalan tak lagi berguna, berganti dengan doa dan berpasrah diri kepada Tuhan yang Maha Esa.

Demikian kenagan terakhir kerabat Suzana Famela Rompas, salah satu finalis Puteri Pariwisata Indonesia tahun 2008 yang menjadi salah satu korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di lereng Gunung Salak.

"Memang setelah dia putus kontrak dengan perusahaan penerbangan yang lama. Orang tua minta dia enggak usah terbang, cari pekerjaan lain," kenang Deni (34) kepada Kompas.com di ruang terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (11/5/2012).

Deni adalah paman dari Suzana Famela Rompas.

Ia dan kedua orang tua Suzana, Teri rompas dan Suce Rompas rela jauh-jauh datang dari kota Bunta, Luwuk, Sulawesi Tengah kemarin pagi ketika mendengar putri terakhir dari empat bersaudara tersebut diketahui turut dalam penerbangan berujung maut itu.

Sambil memegang foto keponakannya, ia mengungkapkan, dara cantik yang akan berulang tahun tanggal 26 Mei mendatang tersebut sebenarnya tidak masuk ke dalam daftar penumpang pesawat buatan Rusia itu.

Namun niat pramugari Sky Aviation itu untuk bergabung dalam joy flight tersebut diizinkan oleh pihak Sukhoi sendiri.

"Kan yang diundang Sukhoi semua direksi, Susan itu kebetulan ada seat kosong, mereka naik saja, padahal dia lagi enggak tugas," lanjutnya.

Sebelum melakukan penerbangan, dari kampung halaman sang mama sempat menelepon perempuan yang sebelumnya menjadi pramugari dalam penerbangan jamaah haji ke Arab Saudi tersebut.

"Katanya jangan dulu nelpon lah saya mau terbang," kenangnya.

Kini, seluruh potongan-potongan perstiwa tersebut tinggal kenangan. Harapan pun tertuju pada kerja kerasnya tim evakuasi yang dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat, yaitu di bawah tebing Batu Tapak, Cijeruk, Sukabumi, Jawa Barat yang memiliki kemiringan 85 derajat.

"Semoga cepet ketemu semuanya," singkatnya.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Tri Wahono