KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOFormasi udara pesawat Sukhoi saat perayaan HUT Ke-65 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (5/10/2010). Atraksi udara ini menampilkan 49 buah pesawat milik TNI, yang terdiri dari helikopter Colibri, helikopter Bell 412, helikopter Bolcow, helikopter serbu MI-17, pesawat NC-212 Casa, pesawat latih KT-1 Wong Bee, pesawat F-5 Tiger, pesawat Hawk MK-53, pesawat F-16 Fighting Falcon, pesawat Hawk 100/200, dan pesawat Sukhoi 27 dan 30.
BATAM, KOMPAS.com — TNI tetap akan membeli jet tempur Sukhoi. Kecelakaan Sukhoi Superjet 100 tidak memengaruhi rencana itu.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan, tahun ini TNI akan membeli enam jet tempur Sukhoi. Sebelumnya TNI sudah memiliki enam jet tempur Sukhoi. "Produk yang dibeli TNI sudah proven (teruji di lapangan)," ujarnya, Jumat (11/5/2012) di Batam, Kepulauan Riau.
Selain itu, spesifikasi jet tempur dan jet komersial yang jatuh di Gunung Salak berbeda. Karena itu, kecelakaan Sukhoi Superjet 100 tidak menyurutkan rencana pengadaan Sukhoi.
