Sabtu, 20 Desember 2014

News / Nasional

Kecelakaan Sukhoi Bukan karena Wilayah Sulit

Kamis, 10 Mei 2012 | 14:23 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengemukakan bahwa penerbangan-penerbangan yang melewati sejumlah daerah dengan medan yang sulit bisa tetap dilakukan dengan kecanggihan pesawat dan standar tertentu.

"Itu standar ya. Menurut saya, daerah-daerah tertentu (ada) standar, dan harusnya semua yang beroperasi di situ dengan kondisi dan kecanggihan pesawat terbang sekarang bisa tetap beroperasi," sebut Bambang di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Kamis (10/5/2012).

Bambang menyatakan, adanya kecelakaan di suatu tempat, seperti yang terjadi di Gunung Salak, Jawa Barat, tidak bisa disimpulkan bahwa daerah tersebut tidak bisa diterbangi. Menurut dia, banyak penerbangan yang selama ini beroperasi melewati daerah tersebut.

"Kita tidak bisa menyimpulkan bahwa dengan adanya kecelakaan, maka daerah itu bermasalah; kan nggak bisa. Kalian tahu berapa besar, berapa banyak penerbangan yang beroperasi di daerah itu?" papar dia.

Ia menyebutkan, penyelidikan akan dilakukan terhadap kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (9/5/2012) sore. Penyelidikan akan dilakukan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Badan SAR Nasional, mengingat kecelakaan terjadi di wilayah udara Indonesia.

"Dari situ kita akan melihat apa yang terjadi sebetulnya karena hanya penyelidikan yang memenuhi akidah-akidah internasional yang bisa menyimpulkan apa yang terjadi," pungkas Bambang.


Penulis: Ester Meryana
Editor : A. Wisnubrata