KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESAnggota keluarga dari korban menunggu kabar di area crisis center, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (9/5/2012). Pesawat sipil Sukhoi Superjet 100 diduga jatuh di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat.
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESAnggota keluarga dari korban menunggu kabar di area crisis center, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (9/5/2012).
KOMPAS.COM/ RODERICK ANDRIAN MOZESWindi (tengah) istri dari salah satu penumpang Sukhoi yang hilang yaitu Ruli Dermawan dihibur kerabatnya di area crisis center, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (9/5/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga penumpang pesawat jenis Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak saat terbang di wilayah Bogor, Jawa Barat, sejak Rabu (9/5/2012) sore hanya bisa pasrah.
Sebagian menjerit histeris saat tahu bahwa kerabatnya masuk dalam manifes penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut.
Suasana haru tampak di ruang tunggu Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Keluarga menunggu dengan harap-harap cemas mengenai nasib sanak saudaranya.
Namun, tampak suasana saling menguatkan di antara keluarga para penumpang. Mereka tetap berharap bahwa keluarganya masih dapat diselamatkan.
Pesawat Sukhoi Superjet 100 membawa 50 orang, masing-masing 8 awak dan 42 penumpang. Pesawat hilang kontak dan hilang dari radar pada Rabu sekitar pukul 15.30 WIB.