Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Nasional

Pesawat Sukhoi yang Hilang Ditumpangi Jurnalis

Rabu, 9 Mei 2012 | 18:16 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti mengatakan, pesawat penumpang sipil Sukhoi Superjet 100 yang hilang ketika melakukan penerbangan perdana, Rabu (9/5/2012), turut ditumpangi para jurnalis.

Total penumpang, kata Herry, berjumlah sekitar 40 orang. Saat ini, tim yang terdiri Badan SAR Nasional tengah dikerahkan untuk mencari pesawat buatan Rusia tersebut. Terkait dugaan penyebab hilangnya tersebut, Herry mengaku belum mengetahuinya.

"Kita tidak mau menduga-duga," kata Herry.

Menurut Herry, penumpang berada di dalam pesawat Sukhoi tersebut atas undangan pihak Sukhoi.

Pasalnya, setiap ada pesawat baru, pihak Sukhoi kerap mengundang orang untuk turut serta dalam penerbangan tersebut. Sementara, itu, Kantor berita RIA Novosti pada pukul 14.09 WIB menyatakan, pesawat tersebut membawa 44 orang, yang terdiri atas delapan warga Rusia dan 36 warga negara asing.

Pesawat dinyatakan gagal kembali ke bandar udara tempat keberangkatan, setelah melakukan demo terbang. Pesawat tersebut berada di Jakarta dalam rangka menggelar pertunjukan keliling (road show) ke beberapa negara termasuk Indonesia.

Dalam siaran pers Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Selasa (8/5/2012), disebutkan pameran dan presentasi produk digelar di Jakarta, Rabu (9/5/2012) ini, termasuk atraksi peragaan terbang. Selain di Indonesia, pameran dan peragaan terbang serupa juga akan digelar di beberapa negara seperti Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, Laos, Vietnam.

Disebutkan, pesawat jenis ini mampu mengangkut 98 penumpang dan mampu menjelajah hingga jarak 3.048 kilometer untuk versi dasar, atau 4.578 kilometer untuk versi pesawat jarak jauh, dengan ketinggian terbang hingga 12.200 meter.

Uji terbang pertama digelar Mei 2008. Pada tahun 2011, seri pertama pesawat yang telah mengantongi sertifikat dari otoritas sertifikasi Rusia (Russian Certification Authority) IAC AR dan EASA, dibeli dan digunakan maskapai penerbangan Armenia "Armavi".


Penulis: Hindra Liauw
Editor : Tri Wahono