Jumat, 31 Oktober 2014

News / Nasional

DPP Golkar Bantah Membangkang dari Dewan Pertimbangan

Rabu, 9 Mei 2012 | 07:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham membantah bahwa pihaknya tidak menghiraukan permintaan Dewan Pertimbangan dalam penetapan calon presiden Golkar untuk Pemilu 2014 nanti.

Dalam rapat internal DPP Golkar dan Dewan Pertimbangan pada Selasa (8/5/2012) kembali dilontarkan rencana Rapimnas III Golkar untuk mengukuhkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai calon tunggal dari Golkar.

"Kami sudah perhatikan sebagian saran Wantim (Dewan Pertimbanga) dan tentu kami beranggapan bahwa usulan tata cara telah kami  bahas dalam rapimnas ke II. Semua keputusan sudah dibahas saat itu, sesuai diatur dalam AD/ART, di mana dewan pertimbangan juga hadir. Kami tidak bisa melanggar putusan Rapimnas II yang menetapkan Pak Aburizal saat itu," kata Idrus di DPP Partai Golkar, Selasa (8/5/2012).

Ia tak menjawab ketika ditanya apakah pembahasan pengukuhan  Aburizal itu telah didukung oleh Dewan Pertimbangan, terutama oleh Akbar Tandjung yang selama ini menolak putusan calon tunggal capres Golkar.

"Titik temunya adalah bahwa dipahami posisi masing-masing. Posisi Dewan Pertimbangan memberikan saran dan pertimbangan DPP Partai Golkar sesuai mekanisme yang ada. DPP mengambil keputusan setelah mempertimbangkan dan mendengarkan saran dari Dewan Pertimbangan," tuturnya.

Menurut dia, keputusan pencalonan tunggal Ical adalah keputusan bulat dengan persetujuan semua pihak di Golkar, yang kembali dibahas dalam rapat internal tadi.

Sayangnya, Akbar Tandjung, Ketua Wantim tak bisa diminta keterangan terkait hasil akhir rapat tersebut.

"Tadi semua di situ, beberapa anggota Dewan Pertimbangan berbicara. Di situ memahami bagaimana dalam sebuah organisasi bisa terjadi proses perbedaan. Begitu diambil sebagai sebuah keputusan, mau enggak mau keputusan itu mengikat secara kelembagaan kepada seluruh keluarga partai Golkar," ujar Idrus.


Penulis: Ester Meryana
Editor : Kistyarini