Senin, 24 November 2014

News / Nasional

Angelina Akui Rekeningnya Hanya Ratusan Juta Rupiah

Kamis, 3 Mei 2012 | 19:12 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan Nasional, Angelina Sondakh, ditanya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi seputar harta dalam rekeningnya selama pemeriksaan yang berlangsung sekitar lima jam di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/5/2012).

Pengacara Angelina, Teuku Nasrullah, mengatakan, kliennya memiliki sejumlah rekening yang total isinya hanya mencapai ratusan juta rupiah.

"Satu punya anaknya sebesar Rp 60 juta, deposito sebesar 10.000 dollar AS atas nama Angie, satu lagi rekening gaji di DPR, kalau enggak salah Rp 50 juta," kata Nasrullah di Gedung KPK, Jakarta, sesuai mendampingi kliennya.

Rekening yang berisi uang tersebut, katanya, sudah diblokir KPK. Selain rekening, lanjut Nasrullah, Angelina juga membeberkan harta lainnya dari almarhum suaminya, Adjie Massaid, berupa rumah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, serta mobil merek Innova.

Menurut Nasrullah, asal-usul harta milik Angelina tersebut belum ditanyakan penyidik KPK. Demikian juga soal 16 aliran dana ke Angelina.

Nasrullah mengatakan kalau penyidik KPK belum menanyakan soal 16 aliran dana itu ke Angelina dalam pemeriksaan hari ini. KPK menemukan 16 aliran dana ke Angelina yang terkait proyek di Kemenpora dan Kemendiknas. Nilainya mencapai miliaran rupiah.

Angelina sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima pemberian atau janji terkait pembahasan proyek wisma atlet SEA Games di Kemenpora dan proyek pembangunan laboratorium universitas-universitas yang menjadi garapan Kemendiknas.

Nasrullah mengatakan, dalam pemeriksaan tadi, penyidik KPK juga bertanya apakah Angelina pernah mengikuti pembahasan seputar proyek di dua kementerian itu.

Kemudian dijawab Angie bahwa sesuai dengan draf rancangan yang diajukan pemerintah dalam menjadikan beberapa perguruan tinggi negeri sebagai research center, pernah ada pembahasan itu.


Penulis: Icha Rastika
Editor : Tri Wahono