Jumat, 19 September 2014

News / Megapolitan

Jakarta Kini Punya 110 Motor Pemadam Kebakaran

Rabu, 25 April 2012 | 13:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Musibah kebakaran di Jakarta kerap menimpa permukiman padat penduduk dengan gang sempit sehingga sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Untuk itu, sebanyak 110 fire motor atau sepeda motor pemadam kebakaran didistribusikan ke lima wilayah Jakarta oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) DKI Jakarta.

Kepala Dinas Damkar PB DKI, Paimin Napitupulu, mengungkapkan, kendala para petugas pemadam kebakaran saat harus menjinakkan api adalah titik kebakaran yang berada di gang sempit dan sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam yang cukup besar.

"Motor lebih ideal dibandingkan helikopter penyiram air, helikopter harganya sangat mahal dan tidak efektif karena daya sebar air dari udara tidak fokus," kata Paimin, di Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Untuk mengoptimalkan daya gunanya, motor pemadam ini dilengkapi 20 jenis alat pendukung pemadam api. Antara lain adalah pompa portable, motor roda tiga, tangki air/foam 20 liter, selang gulung 2,5 inchi X 20 meter, satu buah hose reel 20 meter, dua buah selang penghisap 3,5 inci x 3 meter dengan tekanan kerja 10 bar, satu buah nozzle atau pipa pemancar 2,5 inch type jet/spray, satu buah foam induktor, satu buah saringan hisap kuningan, dua kampak personel, satu fire helmet, satu stel fireman suit dan satu alat pengeras suara atau megaphone.

Motor pemadam yang menelan biaya Rp 23 miliar dari APBD DKI ini dibagikan ke kelurahan di lima wilayah Jakarta. Nantinya akan ditunjuk warga dari kelurahan tersebut untuk mengikuti pelatihan pemadam kebakaran dengan menggunakan motor ini. Sebanyak 220 warga yang ditunjuk oleh lurah penerima motor ini. Jadi satu kendaraan akan dioperasikan oleh dua orang.

Untuk distribusinya, Sudin Jakarta Utara mendapat 21 unit, Sudin Jakarta Pusat mendapat sebanyak 21 unit, Sudin Jakarta Barat mendapat 23 unit, Sudin Jakarta Selatan mendapat 23 unit, Sudin Jakarta Timur mendapat 21 unit, dan Sudin Kepulauan Seribu mendapat empat unit.


Penulis: Riana Afifah
Editor : Hertanto Soebijoto