Selasa, 2 September 2014

News / Nasional

Presiden: Perajin Merupakan Pahlawan Kita

Rabu, 25 April 2012 | 12:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan apresiasi atas peran perajin Indonesia saat membuka pameran kerajinan Indonesia Inacraft 2012 ke-14 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Dalam sambutannya, Presiden juga menyatakan dirinya senang bisa bertemu kembali dengan perajin yang umumnya bergerak di usaha mikro, menegah yang merupakan pahlawan ekonomi Indonesia. "Senang bisa bertemu kembali dengan perajin yang umumnya bergerak di usaha mikro, menengah yang merupakan pahlawan ekonomi kita," ungkap Kepala Negara.

Tema pameran tahun ini adalah "From Small Village to Global Market".  Kesenian dari Kalimantan Barat ditampilkan sebagai ikon pameran. ”Hampir tiap tahun saya hadir dalam pembukaan Inacraft 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010. Tahun lalu saya absen, Wapres yang membuka. Alhamdulillah tahun ini saya kembali bersama-sama saudara,” kata Presiden.

”Saya bukan hanya datang, membuka dan memberikan sambutan, tapi juga melihat. Dan, alhamdulillah juga beli sebagian produk-produk Inacraft yang saudara pamerkan. Membeli ini sangat penting,” tambah Presiden.

Lebih lanjut Presiden Yudhoyono mengatakan, ada sejumlah hal yang mesti dikerjakan untuk mengembangkan dan mengelola industri kreatif termasuk handicraft agar terus berkembang.

Presiden berharap bisnis handicraft terus meningkat. Karena industri ini menjadi sumbangan yang sangat berarati bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, kualitas produk diharapkan makin baik dan harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Selanjutnya, Presiden menyatakan urusan permodalan harus mudah diakses. Dengan demikian usaha mikro, kecil dan menengah bisa berkembang. Kemudian, manajemen usaha para pelaku usaha harus bisa dikelola dengan baik.

Promosi dan pemasaran pun, harus dilaksanakan efektif. Pun penjualan sangat penting dan harus sukses. Selain itu, branding atau merek termasuk paten, dan hak kekayaan intelektual tidak boleh diabaikan.

”Produk kerajinan harus ramah lingkungan, bimbingan pemda (pemerintah daerah, dekranas (dewan kerajinan nasional), dekranasda (dewan kerajinan daerah). Jajaran BUMN (badan usaha milik negara), ASEPI (Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata) sangat penting. Dibutuhkan kebijakan dan regulasi yang tepat agar bisnis handicfraft berkembang dengan baik,” pesan SBY.

”Kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan industri kreatif kita. Karena kita ingin lebih sukses lagi. Kalau angkanya sekarang sudah mencapai 800 juta dolar AS, atau Rp 7,5 triliun. Menuju 2015 harapannya sudah menembus 1,5 miliar dolar. Sangat mungkin industri kreatif kita bernilai 1 miliar dolar lebih,” sebutnya.

Inacraft diikuti 1.800 peserta perusahaan kerajinan dari seluruh Indonesia menempati 1.237 stan. Jumlah ini meningkat dibanding dengan jumlah peserta tahun lalu mencapai 1.650 perusahaan.

Disamping peserta Indonesia, terdapat pula beberapa perusahaan dari Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, Iran dan Jepang. Seperti tahun lalu jumlah pengunjung pameran lima hari ini diperkirakan bisa mencapai 250.000 orang. Di samping itu melalui online, terdapat sekitar 500 calon pembeli luar negeri yang telah menyatakan akan datang, mayoritas berasal dari Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Jepang , dan India.

Diperkirakan jumlah pembeli dari luar negeri yang akan mengunjungi pameran akan mencapai 1.000 orang lebih. Tahun lalu, 823 pembeli luar negeri datang dari 31 negara. Sementara itu, transaksi dagang diharapkan meningkat 10 persen lebih besar dari tahun lalu yang mencapai 8,2 juta dolar AS dan penjualan retail sebesar Rp 95 miliar lebih. (Srihandriatmo Malau)

 


Editor : Heru Margianto
Sumber: