Selasa, 21 Oktober 2014

News / Regional

Konflik Agraria

Konflik Tanah Kian Marak di Lampung

Selasa, 17 April 2012 | 23:08 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com -- Konflik agraria di berbagai daerah, khususnya di Lampung, akhir-akhir ini kian marak. Konflik itu terutama melibatkan petani gurem dan pengusaha.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Kunardi mengatakan, konflik agraria itu tersebar merata di berbagai daerah di Lampung dan terjadi di tanah ulayat, pribadi, maupun hutan negara.

"Konfliknya beragam, banyak sekali. Ada yang terkait warisan, sampai yang pelik terkait hak guna usaha," ujar Kunardi, Selasa (17/4/2012).

Menurut dia, maraknya konflik agraria adalah akibat persoalan masa lalu, yaitu zaman Orde Baru. Di lain pihak, masyarakat semakin kritis dan berani mengutarakan pendapatnya.

Gubernur Lampung, kata Kunardi, telah membentuk tim koordinasi penyelesaian sengketa agraria terkait maraknya kasus konflik tanah. "Namun, tim ini sebatas fungsi koordinasi dan fasilitator saja," tuturnya.

Tisnanta, pakar hukum administrasi negara dari Universitas Lampung membenarkan bahwa Lampung termasuk salah satu daerah yang banyak dilanda konflik tanah. Jumlahnya mencapai 365 kasus.


Penulis: Yulvianus Harjono
Editor : Nasru Alam Aziz