Selasa, 2 September 2014

News / Travel

Keliling Paris dengan Batobus Hanya 15 Euros!

Senin, 16 April 2012 | 08:03 WIB

KOMPAS.com - Bus yang satu ini jalannya memang di air, tepatnya di Sungai Seine Paris. Batobus namanya. Kapal wisata yang membawa kita berkeliling Paris selama satu harian, layaknya bus wisata darat, yang harganya lebih mahal!

Kedatangan saya di Paris, yang memang khusus untuk membuat tulisan wisata tentang Paris bagi pembaca ‘Surat dari Perancis’, membuat saya banyak mencoba beberapa hal layaknya seorang turis dari Indonesia, yang ingin mengenal kota romantis ini.

Biasanya jika ingin mengunjungi suatu obyek wisata, metro adalah akomodasi yang saya pilih. Pakai bus, malas, suka macet, dan pusing dibawa putar-putar. Hanya saya pikir, seorang wisatawan yang hendak menikmati Paris, tanpa harus terikat dengan rombongan wisata tapi tetap nyaman, tanpa terjebak macet atau selalu berada di dalam lorong gelap dan berjejalan jika naik metro, akomodasi apakah yang cocok?

Setelah menyaring beberapa pilihan, akhirnya kapal air yang saya pilih. Kapal air pun banyak macamnya. Ada yang membawa kita hanya berkeliling Paris lewat sungai, dengan pemandu wisata yang menerangkan daerah-daerah yang kita lewati, hanya sayangnya, kapal jenis ini tak berhenti di salah satu obyek wisata.

Lalu ada juga kapal yang membawa kita menyusuri Sungai Seine, sambil menikmati hidangan restoran. Lagi-lagi, jenis kapal ini tak berhenti, dan harganya itu loh! Bikin kerongkongan tercekat! Wisata jenis ini, yang dibayar adalah santapannya, makan siang seharga 75 euros dan makan malam 105 euros! Bagi pasangan yang ingin beromantis ria, atau melamar jantung hatinya hingga merayakan ulang tahun, cocoklah jika ingin mendapatkan suasana romantis sambil menyantap masakan khas Perancis yang terkenal lezat.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada sebuah kapal wisata yang cocok dipilih sebagai transportasi berkeliling Paris satu harian, yaitu Batobus. Kapal pesiar yang satu ini, memiliki kelebihan dibandingkan akomodasi wisata lainnya. Pertama, dari segi biaya relatif masuk akal. Dengan 15 euros bagi orang dewasa dan 7 euros untuk anak kurang dari dua belas tahun dan 9 euros bagi penumpang dibawah enam belas tahun. Penumpang bisa naik turun sesukanya di setiap halte Batobus, yang mana setiap pemberhentian tersebut langsung menuju daerah-daerah wisata utama di Paris. Delapan pemberhentian Batobus tersebut adalah Tour Eiffel, Louvre,  Jardin des Plantes, Champs-Elysées, St Germaint des Prés, Hôtel de Ville, Notre-Dame dan Musée d’Orsay.

Delapan tempat wisata yang menurut saya sangat penting dikunjungi jika ingin membawa oleh-oleh pribadi penuh kenangan tak terlupakan dan kaya akan peninggalan Perancis. Dari beberapa tempat yang saya sebutkan tadi, kita masih bisa melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lainnya. Misalnya jika ingin melihat para seniman jalanan yang asyik memainkan kuas membuat lukisan indah atau karikatur, bisa berhenti di halte Musée Louvre. Lalu berjalan kaki selama 10 menit menuju Montmartre. Daerah yang selalu memikat para turis, melihat para seniman menawarkan keahliannya membuat diri kita menjadi rupawan hingga kocak.

Berjalan kaki di Paris itu wajib menurut saya. Mengapa? Karena setelah melewati keindahan aliran Sungai Seine, dengan dekor beberapa jembatan cantik keemasan lalu di kanan kiri bangunan megah dan indah peninggalan kerajaan. Layaklah, kaki kita ini menapak, melintasi jalanan, memasuki beberapa celah kecil dari jalanan berbatu, sambil menikmati beberapa bangunan ‘suprise’ yang ditemukan oleh mata turis kita, tanpa harus terpatok oleh buku panduan wisata.

Alasan itulah membuat saya memilih bus air ini sebagai transportasi wisata yang paling nyaman dan menyenangkan. Diayun dalam kapal yang ditutup oleh kaca transparan, tak mengganggu pandangan kita menyantap keelokan kota Paris, namun melindungi kita dari angin dan cuaca buruk lainnya.

Setelah itu, dengan kebebasan selama satu harian kita bisa memilih turun dan naik, di setiap halte Batobus. Lalu mulailah mengajak kedua kaki berdansa dalam kota Paris. Melihat Tour Eiffel, menara menjulang, kreasi Gustave Eiffel. Cobalah mengambil foto dari kapal, hasilnya dijamin memuaskan. Barulah kemudian, turun di pemberhentian tersebut dan mulailah menikmati simbol ibu kota Perancis itu dari dekat dan menaikinya untuk menikmati Paris dari ketinggian sekitar 300 meter.

Setelah puas mengagumi Eiffel, kita bisa melanjutkan perjalanan dengan Batobus yang akan membawa kita menuju daerah wisata lainnya. Misalnya Notre-Dame de Paris, katedral memukau dengan gaya gothic primitif ini, entah sudah berapa kali saya lewati, tetap saja membuat saya terkagum. Bagi yang sabar silahkan mengantre dan naiki tangga yang membawa kita menuju menara katedral. Namun yang unik juga, bangunan indah ini berada di pulau kecil di Paris.

Melanjutkan menuju museum Louvre dimana maha karya Léonard de Vinci, Mona Lisa, dipajang dalam satu ruangan di museum tersebut.

Bila kita tak sempat meraih keindahan itu dalam sehari, Batobus menawarkan jasanya untuk dua hari. Biaya yang dikenakan untuk dua hari tersebut adalah dewasa 18 euros, anak-anak 9 euros dan kurang dari enam belas tahun hanya 12 euros. Harga yang menurut saya sangat sesuai dengan jasa dan kebebasan yang kita dapatkan. Kapal turis ini, datang setiap dua puluh menit, setiap kunjungan wisata bisa memakan waktu antara dua puluh menit hingga dua jam.

Batobus, mulai berlayar dari pukul 10 pagi hingga pukul 19.00 atau 21.30 di musim panas hingga musim semi. Pada musim semi, matahari terbenam mulai pukul 20.00 sementara di musim panas pukul 22.00 baru mulai beranjak tidur…

Jadi saran saya adalah, waktu yang tepat bagi pembaca yang ingin berkeliling Paris dengan Batobus, mulailah pagi hari dengan kunjungan yang memakan waktu lama dan terkena antre panjang. Lalu menjelang sore hingga malam, gunakannya kesempatan itu untuk menikmati kota romantis dengan menyapu pandangan sambil menikmati kecantikan bangunan peninggalan sejarah seperti Hôtel de Ville atau Champs-Elysée. Inilah tempat para turis mengejar barang merek perancang terkenal dan disitulah sebuah butik besar incaran mereka yang berkantung tebal membeli Louis Vuitton.

Menyusuri jalanan berbatu, merekam gambar para seniman berkarya di Montmartre atau hanya sekadar berjalan santai di taman-taman kota. Jangan lupa, berhentilah sejenak di salah satu kafe, nikmatilah kopi hitam sambil menonton adegan manusia yang berlalu lalang. Perhatikan, begitu banyaknya, orang yang melintas dengan beragam bahasa. Berada dalam sebuah kota turis, tujuan utama wisatawan mancanegara memang memiliki keunikan tersendiri.

Bagaimana dengan pengalaman pribadi saya sendiri? Saya memilih Batobus untuk satu harian. Pergi awalnya bersama teman, mengobrol dengan pemandangan aduhai dari balik kaca kapal, lalu turun di salah satu halte Batobus, untuk kemudian memulai perjalanan menjadi turis. Meskipun, perjalanan wisata itu harus saya lakukan sendiri, karena sahabat saya harus kembali ke tempat tinggalnya, kenikmatan menjadi turis tak hilang sedikit pun.

Dan, perjalanan yang saya ceritakan tadi itulah yang saya lakukan, meskipun tak semua bangunan saya masuki, namun mengambil gambar, berjalan santai, bercinta dengan sejarah masa lampau membuat saya merasa kaya secara batin. Terus terang, jika saya berkesempatan kembali ke Paris lagi, kedua buah hati wajib saya bawa, mengajak mereka berkeliling Paris dengan bus air ini. Sudah terbayang rasa senang di wajah para pangeran saya… (DINI KUSMANA MASSABUAU)


Editor : I Made Asdhiana