Rabu, 26 November 2014

News / Regional

Polisi dan TNI Kejar Penembak Pesawat di Papua

Minggu, 8 April 2012 | 12:21 WIB

Terkait

JAYAPURA, KOMPAS.com - Aparat keamanan dari Brimob Polda Papua, petugas Polres, dan anggota TNI AD yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, mengejar kelompok bersenjata yang menembak pesawat Twin Otter milik Trigana Air, Minggu (8/4/2012) pagi.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Alek Korwa yang dihubungi dari Jayapura mengatakan bahwa aparat keamanan mengalami hambatan kondisi alam dalam pengejaran tersebut karena kelompok bersenjata itu berada di gunung-gunung sekitar lapangan terbang Mulia.

"Namun kami masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu," kata Alek Korwa.

Ia mengatakan, dalam pengejaran pihaknya sempat beberapa kali terlibat kontak sejata dengan kelompok tersebut.

Sementara itu, beberapa warga Mulia yang dihubungi dari Jayapura mengakui hingga saat ini masih mendengar beberapa kali bunyi tembakan.

Saat ini situasi di Kota Mulia sepi karena aktifitas masyarakat terhenti dan lebih memilih berdiam di rumah sementara kios-kios dan pasar tutup.

"Mulia seperti kota mati, karena tidak ada aktifitas warga," ungkap Marthen, salah satu warga yang bermukim di Kota Lama, Mulia.

Pesawat Twin Otter milik Trigana Air dengan kode lambung PK-YRF itu ditembak sesaat hendak mendarat di Bandara Mulia, Minggu pagi.

Pilot Bebi Astek terkena tembakan di bagian kaki dan co pilot Willy terkena serpihan peluru di jarinya sehingga tidak dapat mengendalikan pesawat sehingga pesawat menabrak gudang di lapangan terbang.

Satu orang tewas tertembak di bagian leher bernama Leiron Kogoya (35), wartawan Papua Pos Nabire, Group Pasific Post.

Beberapa penumpang lainnya luka-luka dan kini sedang mendapatkan perawatan. Tembakan dari kelompok bersenjata itu mengakibatkan bagian pesawat berlubang-lubang.


Editor : Tri Wahono
Sumber: