Kamis, 21 Agustus 2014

News / Bisnis & Keuangan

Bank Dunia

Sri Mulyani Tak Jadi Presiden Bank Dunia

Sabtu, 24 Maret 2012 | 12:29 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com- Mantan Menteri Keuangan Indonesia yang saat ini menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani Indrawati, dipastikan tidak masuk ke dalam bursa calon Presiden Bank Dunia untuk menggantikan pejabat sekarang, Robert Zoellick. Sri Mulyani dipastikan tidak masuk ke dalam daftar calon yang dihimpun oleh Dewan Direktur Bank Dunia, yang berwenang menjadi panitia seleksi.

Demikian disampaikan Direktur Bank Dunia Hekinus Manao melalui pesan singkatnya dari Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (23/3/2012) petang.

Pesan singkat itu diterima Kompas di Jakarta, Sabtu (24/3/2012). Menurut Hekinus, Dewan Direktur Bank Dunia yang beranggotakan 25 orang telah menutup masa pencalonan untuk menjadi Presiden Bank Dunia.

Hingga saat itu, hanya ada tiga orang yang masuk sebagai nominasi calon presiden lembaga keuangan multilateral tersebut. Pertama, Jim Yong Kim (saat ini menjabat sebagai Presiden Dartmouth College, berkewarganegaraan Amerika Serikat). Kedua, warga negara Kolombia, Jose Antonio Ocampo (saat ini bekerja sebagai guru besar di Universitas Columbia). Ketiga, warga negara Nigeria, Ngozi Okonyo-Iweala (yang masih menjabat sebagai menteri koordinator perekonomian Nigeria).

"Selanjutnya, kami di Board (Dewan Direktur) akan melakukan proses seleksi, sehingga presiden baru dapat ditentukan sebelum spring meeting pada 20 April 2012," ujar Hekinus.

Sebelumnya sebuah survei yang digelar seorang pengelola blog menunjukkan ada 9.000 orang lebih yang menghendaki Sri Mulyani menjadi Presiden Bank Dunia. Namun, hingga masa penutupan pendaftaran di Dewan Direktur, nama Sri Mulyani tidak juga kunjung masuk. Padahal pemilihan Presiden Bank Dunia ditentukan oleh 25 orang anggota Dewan Direktur yang mewakili 187 negara anggota lembaga keuangan multilateral ini.

Ini adalah pertama kalinya Bank Dunia memilih presiden dengan prosedur yang tidak mengikuti prosedur konvensional, yakni hanya menerima calon yang dipilih Amerika Serikat. Sudah 11 kali pemilihan presiden Bank Dunia menggunakan cara lama, yakni hanya butuh persetujuan Presiden Amerika Serikat, langsung diterima. Sekarang memakai prosedur baru, yakni harus benar-benar ditentukan oleh 25 anggota Dewan Direktur.


Penulis: Orin Basuki
Editor : Marcus Suprihadi