Sabtu, 1 November 2014

News / Megapolitan

Senjata Ilegal

Sepucuk Pistol Diamankan dari Korban Kecelakaan

Rabu, 21 Maret 2012 | 09:33 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Petugas Kepolisian Sektor Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyita satu pistol rakitan beserta lima peluru dari AZE (39) yang diduga pecatan TNI. Senjata itu disita saat AZE yang mengendarai sepeda motor dirawat di rumah sakit akibat menabrak sebuah warung di Desa Batulayang, Cisarua, Selasa (20/3/2012) pagi.

Saat kejadian, AZE yang beralamat di Cengkareng, Jakarta Barat, melaju dari arah pertigaan Gadog (Megamendung) menuju Cianjur. Sekitar pukul 05.30, sepeda motor yang dikemudikan AZE oleng ke kiri dan menabrak warung di tepi jalan. AZE dibawa pengemudi angkutan kota ke RS Paru Dr M Goenawan Partowidigdo di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua.

”Waktu datang, dia masih sadar, tetapi saya lihat tangan kanannya selalu memegang sisi jaket bagian kiri. Karena pendarahan di kepala dan bahunya cukup parah, mantel hujan dan jaketnya dibuka,” tutur Mulyana (31), petugas keamanan RS Paru Dr M Goenawan Partowidigdo.

Saat jaket dibuka, dia mengaku melihat sepucuk pistol di bagian dalam jaket. Di silinder pistol itu terdapat tiga peluru berkaliber 38 milimeter, sedangkan di tas pinggang AZE terdapat dua peluru lagi.

Istri akui pecatan TNI


Mulyana segera menanyakan apakah AZE anggota TNI, lalu dijawab benar oleh AZE yang mengaku sebagai anggota TNI dari Kodam Jaya.

Setelah itu, Mulyana menawarkan mengamankan senjata itu dan disetujui AZE. Bahkan, AZE juga sempat meminta Mulyana menghubungi istrinya yang tinggal di Kecamatan Mande, Cianjur.

Merasa curiga, Mulyana kembali memastikan status AZE karena bentuk pistol yang dibawa agak berbeda dari pistol organik.

”Saat saya tanya kepada istrinya, dibilang AZE sudah dipecat dari TNI. Karena itu, baru saya lapor ke Polsek Cisarua soal pistol itu,” kata Mulyana.

AZE yang kondisinya semakin memburuk akhirnya dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dirawat lebih lanjut. Menurut Kepala Polsek Cisarua Komisaris Hadi Santoso, dari keterangan awal, korban diduga pecatan salah satu brigade TNI dengan pangkat terakhir sersan kepala. Namun, dia mengaku masih akan menyelidiki lebih lanjut status AZE.

”Kasus lalu lintasnya, apakah ia mabuk atau mengantuk hingga menabrak warung, ditangani oleh Satuan Lalu Lintas (Polsek Cisarua). Kami menangani dugaan kepemilikan senjata ilegal. Dia sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Hadi.

Hadi masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan AZE dengan sejumlah kejahatan menggunakan senjata api di Cisarua dan daerah lain di sekitar Kabupaten Bogor. Di Jakarta, Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel (Inf) Adrian Ponto menyatakan, di Kodam Jaya tidak pernah ada prajurit dengan nama AZE.

”Paling-paling dia (AZE) mengaku-ngaku saja,” ujar Adrian saat dimintai konfirmasi. (GAL/RTS)

 


Editor : Hertanto Soebijoto
Sumber: