Minggu, 26 Oktober 2014

News / Bisnis & Keuangan

Pekan Ini IHSG Cenderung Konsolidasi

Senin, 19 Maret 2012 | 08:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Meski ditutup terkoreksi pada akhir pekan (16/3/2012) lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhitung sudah menguat 0,93 persen dalam sepekan terakhir (12-16 Maret). Hampir semua sektor juga melaju.

Analis Askap Futures Kiswoyo Adi Joe menilai, pergerakan IHSG cenderung break high, di mana setelah menembus resistance, indeks akan berbalik arah sehingga terkoreksi.

Adapun, untuk minggu ini, dia memperkirakan, saham-saham bluechips akan menyetir pergerakan IHSG ke arah positif. Misalnya, saham ASII, juga saham-saham sektor perbankan (BBCA, BBRI, BMRI), dan saham-saham sektor energi.

Senada, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menyebut, secara teknikal indeks membentuk pola white Marubozu pada weekly candle-nya. "Ini mengindikasikan peluang tren penguatan bagi IHSG sepekan depan," tuturnya, Minggu (18/3/2012).

Tapi, untuk pembukaan Senin (19/3/2012), dia melihat adanya pola Black Spinning Tops, yang menandakan tekanan jual pada IHSG ke arah support di 3.993, dengan resistance di 4.053. Isu inflasi yang menekan bursa Wall Street akhir pekan lalu diperkirakan sedikit banyak akan berimbas pada IHSG.

Sementara itu, Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada memproyeksi, IHSG akan masuk kembali ke fase konsolidasi dalam sepekan mendatang. Secara teknikal, indeks membentuk pola shooting star dengan posisi hammer terbalik. "Menandakan gerakan IHSG sudah mulai terbatas dengan peluang terkoreksi," urainya, Minggu.

Secara fundamental, pada pekan depan, pasar saham akan dihadapkan pada penyelesaian utang Yunani yang akan jatuh tempo. Dus, menurut Reza, dengan posisi konsolidasi pada IHSG, maka jika ada sentimen positif global bisa mendongkrak indeks. "Sebaliknya, jika didominasi sentimen negatif, maka indeks akan ikut terporosok," sebutnya.

Dia memprediksi, sepekan mendatang, IHSG akan bergulir di posisi 3.924 - 3.976 sebagai support, dan 4.073 - 4.100 sebagai resistance.

Namun, untuk pembukaan hari ini, Reza melihat posisi rebound pada IHSG. Walaupun Dow Jones ditutup turun 0,2 persen pada akhir pekan lalu, pasca pengumuman harga konsumen AS yang naik tertinggi sejak 10 bulan terakhir. "Karena pemulihan ekonomi AS sudah membaik, seharusnya akan menjadi hal yang wajar bila inflasi pun juga turut naik," imbuhnya.

Reza mengingatkan, investor supaya memperhatikan bagaimana respon bursa regional pada pembukaan awal pekan nanti sebagai pertimbangan reaksi IHSG besok. Untuk posisi trading, dia merekomendasikan saham-saham, seperti IMAS, GJTL, BBRI, INTP. Semua saham tersebut sudah berada di batas tengah bollinger bands yang menandakan sudah cukup banyak terkoreksi di pekan sebelumnya.

 


Editor : Erlangga Djumena
Sumber: