Minggu, 21 Desember 2014

News / e-Business

Belum Bangkrut, Kodak Fokus di Asia Pasifik

Selasa, 6 Maret 2012 | 19:35 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Kodak, perusahaan legendaris di bidang fotografi,  menjelaskan bahwa hanya Kodak di Amerika Serikat saja yang mengalami kebangkrutan. Kondisi Kodak di Asia Pasifik masih normal.

Regional Managing Director Asia Pacific Region Eastman Kodak Company Lois Lebegue menjelaskan kondisi kebangkrutan Kodak yang ada di Amerika Serikat tidak akan berpengaruh terhadap bisnis Kodak di Asia Pasifik, apalagi di Indonesia.

"Kondisi Kodak di Asia dan Amerika Serikat (AS) sangat berbeda. Pengajuan permohonan perlindungan kebangkrutan Kodak itu hanya berlaku di AS," kata Lois selepas memberikan konferensi pers bisnis Kodak ke depan di Horizon Club Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (6/3/2012).

Kodak telah mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan kepada Pengadilan Pailit Amerika Serikat dengan menggunakan Bab 11 Undang-Undang Kepailitan. Pengajuan itu selesai pada 18 Januari lalu.

Kendati demikian, pengajuan permohonan perlindungan kebangkrutan tersebut tidak berarti bahwa Kodak secara global mengalami kebangkrutan. Kata Lois, kebangkrutan itu hanya terjadi di AS.

Pengajuan permohonan perlindungan kebangkrutan itu dilakukan Kodak semata-mata untuk melindungi usaha, agar perusahaan Kodak tetap ada di masa depan dan bisa meneruskan bisnisnya di masa mendatang.

Berikut empat unsur pengajuan permohonan perlindungan kebangkrutan Kodak ke Pengadilan Pailit AS:

  1. Menghitung kembali biaya perusahaan terdahulu. Hal itu dilakukan agar biaya-biaya yang dikeluarkan tidak mempengaruhi bisnis Kodak saat ini.
  2. Untuk mendapatkan dana dalam merestrukturisasi kekayaan Kodak ke depan
  3. Untuk menjual aset-aset tidak strategis terutama Kodak Gallery dan Intelectual Property (IP) atau hak cipta yang tidak berguna bagi Kodak
  4. Dari dana hasil restrukturisasi pengajuan kepailitan, dana tersebut akan digunakan untuk investasi Kodak khususnya di Asia Pasifik



Fokus ke Asia Pasifik

Lois menganggap investasi Kodak yang akan dikhususkan ke Asia Pasifik, salah satunya Indonesia disebabkan karena kondisi Asia berkembang sangat baik, baik dari pertumbuhan ekonominya hingga stabilitas politiknya.

"Oleh karena itulah kami akan fokus di Asia khususnya Indonesia," jelasnya.

Pasalnya, pendapatan Kodak di Indonesia sepanjang 2011 sebesar 10-30 juta dollar AS. Jumlah tersebut berkontribusi 15-20 persen ke Kodak Asia Tenggara. Pasar Indonesia dinilai cukup diperhitungkan di Asia Tenggara, setelah China.

Sedangkan pendapatan Kodak di Asia Tenggara sepanjang 2011 sebesar 1-1,5 miliar dollar AS. Di tahun ini, pendapatannya ditargetkan bisa tumbuh 10-20 persen dibanding 2011 terutama dari bisnis percetakan.

Peluang percetakan besar

Selama ini bisnis percetakan yang ada belum dimanfaatkan secara optimal bagi Kodak. Namun dalam dua tahun terakhir, bisnis percetakan khususnya dari kamera digital tumbuh secara signifikan.

Lois mengklaim dari seluruh bisnis packaging, bisa ditebak sekitar 40 persennya pasti menggunakan teknologi Kodak. Sedangkan dari seluruh bisnis buku atau surat kabar, sekitar 50 persennya menggunakan teknologi Kodak.

"Pertumbuhan bisnis percetakan di Asia naik di atas 10 persen per tahunnya. Itulah yang menyebabkan kami fokus ke sana," jelasnya.

Lois juga mengklaim untuk segmen kemasan (packaging), pertumbuhan bisnis Kodak mencapai lebih dari 100 persen per tahun. Sementara untuk bisnis percetakan koran atau majalah telah meningkat sekitar 12 persen per tahun.

"Kita akan menciptakan teknologi baru, terutama setelah bisnis percetakan berubah dari konvensional ke digital, terutama setelah era buku digital (e-book). Itu akan jadi peluang tersendiri terutama dari bisnis print on demand seperti yang dilakukan Amazon," jelasnya.

 


Editor : Wicaksono Surya Hidayat