Kompak Korupsi, Mantan Bupati-Wabup Mojokerto Ditahan - Kompas.com

Kompak Korupsi, Mantan Bupati-Wabup Mojokerto Ditahan

Kompas.com - 05/03/2012, 21:28 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senin (5/3/2012) sore, resmi menahan mantan Bupati Mojokerto Ahmadi dan wakilnya, Suwandi. Keduanya diduga menyelewengkan dana APBD milaran rupiah saat masih menjabat pada 2002-2007.

''Keduanya ditahan agar tidak dapat memengaruhi saksi dan menghilangkan barang bukti saat proses pemeriksaan,'' kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Timur Mulyono, Senin sore.

Ahmadi dan Suwandi dijebloskan ke Rumah Tahanan Medaeng Sidoarjo setelah memenuhi panggilan penyidik Pidana Khusus Kejati sejak pukul 10.30 WIB hingga sore hari. Modus penyelewengannya, kata Mulyono, dengan memerintahkan Dinas Pendapatan dan Pengeluaran Keuangan Anggaran Daerah (DPPKAD) mengeluarkan uang secara bertahap sebesar kurang lebih Rp 35 miliar.

"Sebenarnya DPPKAD sempat menolak. Namun, Ahmadi memaksa dengan cara memanfaatkan disposisi. Padahal cara itu bertentangan dengan mekanisme pencairan uang,'' kata Mulyono.

Untuk mengelabuhi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, Ahmadi bekerja sama dengan oknum Bank Jatim Mojokerto, E Suminto, untuk membuat rekening koran palsu agar seolah-olah pencairan uang itu tidak dipakai. Adapun Suwandi, atas sepengetahuan Ahmadi, juga mencairkan dana dengan modus sama seperti Ahmadi. Saat Suwandi menjadi Plt Bupati Mojokerto menggantikan Ahmadi yang tengah maju pada pemilihan Gubernur Jawa Timur, dia pernah mencairkan dana senilai Rp 5 miliar.

''Sebenarnya, E Suminto juga ikut ditahan karena hari ini dia tidak menghadiri panggilan pemeriksaan, kami akan susulkan nanti,'' ujar Mulyono.


EditorLaksono Hari W

Terkini Lainnya

Pemerintah Moratorium Pengerjaan Proyek 'Elevated'

Pemerintah Moratorium Pengerjaan Proyek "Elevated"

Megapolitan
Geng Kriminal di Malaysia Ditangkap, Aset Rp 15 Miliar Dibekukan

Geng Kriminal di Malaysia Ditangkap, Aset Rp 15 Miliar Dibekukan

Internasional
KPK Periksa Made Oka Masagung yang Diduga Perantara Suap untuk Setya Novanto

KPK Periksa Made Oka Masagung yang Diduga Perantara Suap untuk Setya Novanto

Nasional
Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

Ini Identitas 7 Korban Jatuhnya Cetakan Beton Proyek Tol Becakayu

Megapolitan
YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

YLKI Minta Pemerintah Bentuk Tim untuk Audit Proyek Infrastruktur

Megapolitan
Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

Jalan Mampang Arah Kuningan Digenangi Air, Lalu Lintas Tersendat

Megapolitan
Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

Rambut George Washington Ditemukan Terselip di Buku

Internasional
Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

Hadiri Kegiatan Calon Bupati, Camat di Magelang Dapat Peringatan Keras

Regional
'Dikeroyok' 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

"Dikeroyok" 10 Partai, Calon Petahana Wali Kota Makassar Optimistis Menang

Regional
Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

Makam Leluhur Diterjang Longsor, KNPI Protes Pengeboran Geotermal

Regional
Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

Jokowi Lantik 17 Duta Besar, dari Muliaman Hadad hingga Todung Mulya Lubis

Nasional
Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

Rusaknya Fasilitas GBK dan Pertimbangan Panitia Piala Presiden Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

Protes Aturan Senjata, Para Pelajar Berbaring di Depan Gedung Putih

Internasional
Tewas di Dalam Sumur Gas, Tiga Warga Jeneponto Berhasil Dievakuasi

Tewas di Dalam Sumur Gas, Tiga Warga Jeneponto Berhasil Dievakuasi

Regional
Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi Sudah Bisa Dilalui Pasca-longsor

Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi Sudah Bisa Dilalui Pasca-longsor

Megapolitan

Close Ads X