Kasus Dhana Sistemik, KPK Jangan Ragu Miskinkan Koruptor - Kompas.com

Kasus Dhana Sistemik, KPK Jangan Ragu Miskinkan Koruptor

Kompas.com - 05/03/2012, 01:49 WIB

Jakarta, Kompas - Kasus dugaan korupsi yang dilakukan Dhana Widyatmika, mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak, bersifat sistemik. Oleh karena itu, investigasi kasus tersebut seharusnya diperluas pada dugaan penyalahgunaan wewenang.

Menurut ahli hukum pidana korupsi Indriyanto Seno Adji, Minggu (4/3), di Jakarta, kejahatan Dhana tidak hanya terisolasi pada dirinya, tetapi juga ada tanggung jawab jenjang vertikal atasannya. ”Kejahatan sistemik DW (Dhana) pasti melibatkan tanggung jawab internal birokrasi atasan DW,” kata Indriyanto. ”Kejaksaan jangan terpaku pada pasal-pasal suap saja, tetapi gunakan Pasal 2 dan 3 dalam UU Pemberantasan Korupsi tentang pelaku korporasi,” ujarnya.

Penggunaan pasal-pasal itu bisa membuat kasus tersebut terkuak secara menyeluruh. Sebab, dalam kasus-kasus seperti itu biasanya rekening bawahan digunakan sebagai penampung uang. Tidak heran, mereka kemudian melakukan gerakan tutup mulut. Inilah yang menjadi karakter kejahatan sistemik.

Padahal, kasus itu paling mudah dicari rangkaiannya lewat aliran dana. Dhana tak mungkin bekerja sendiri. Masalahnya, pihak-pihak yang berwenang dalam konspirasi kejahatan Dhana biasanya berlindung pada akal- akalan legislasi. Dengan alasan berdasarkan aturan, misalnya, mereka bisa melakukan tindakan pemotongan pajak.

Penasihat hukum Dhana, Reza Edwijanto, mengatakan, hingga saat ini Dhana belum diperiksa terkait jaringan kerjanya. Kejaksaan Agung baru memeriksa Dhana secara pribadi, termasuk terkait harta yang ia miliki.

Peneliti hukum Indonesia Corruption Watch, Febri Diansyah, secara terpisah, mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan ragu memiskinkan koruptor menggunakan perangkat hukum, seperti UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Upaya pembuktian terbalik atas harta koruptor, seperti diatur UU itu, bisa menjadi langkah memiskinkan koruptor.

Pakar tindak pidana pencucian uang dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Yesmil Anwar, menilai, KPK memang harus didorong untuk menggunakan UU TPPU dan upaya pembuktian terbalik guna memiskinkan koruptor. KPK tak boleh konvensional dalam pemberantasan korupsi. ”Kalau tidak, nanti penegakan hukum jadi tidak sistemik,” kata Yesmil. (EDN/BIL)

Editor

Terkini Lainnya

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional
Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Nasional
Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Megapolitan
Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Regional
Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Megapolitan
Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

Nasional