JAKARTA, KOMPAS.com — Semua elemen masyarakat madani harus mengorganisir diri dan bergerak mendorong perubahan sistem dan kultur politik agar menjadi lebih sehat. Soalnya, perubahan itu sulit diharapkan datang dari partai politik, yang saat ini justru terjebak dalam permainan uang dan korupsi yang telah menjadi penyakit sistemik.
Harapan itu disampaikan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia Jakarta, Salim Said, di Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Menurut Salim Said, partai politik di Indonesia saat ini telah terjerumus dalam lingkaran sistem yang buruk. Akibat biaya politik yang mahal untuk meraih jabatan di legislatif dan eksekutif, para politisi masuk dalam permainan politik uang dan korupsi.
Orang-orang yang tak ikut bermain akan diasingkan dan akhirnya terlempar. Partai politik mengkhianati cita-cita Reformasi 1998 untuk membangun pemerintahan bersih, bertanggung jawab, transparan, dan bebas korupsi.
Partai politik yang berkampanye katakan tidak pada korupsi, misalnya, malah kini berlumuran korupsi. Sistem korup ini menjadi musuh bersama yang harus diubah.
"Kita jangan terus berkeluh kesah atas keadaan ini. Jangan juga percayakan perubahan akan dilakukan para politisi di partai politik yang sudah terjebak dalam sistem yang korup. Masyarakat madani harus mengorganisir diri dan mendorong perubahan," kata Salim Said.
Semua elemen masyarakat madani perlu bersatu dan mengonsolidasi diri untuk memunculkan alternatif perbaikan di luar partai. "Kita memerlukan cara yang beradab untuk menyelamatkan negara ini," katanya.
"Kalau tidak, negara ini akan terus dikuasai aktor-aktor partai politik yang hanya memikirkan dirinya sendiri," kata Salim Said.


