KOMPAS/HENDRA A SETYAWANKetua DPR, Marzuki Alie.
JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mencegah praktik korupsi anggaran, kafe-kafe yang dibangun di kompleks Dewan Perwakilan Rakyat akan ditutup. Pasalnya, kafe itu dinilai dijadikan tempat berkumpulnya calo-calo anggaran.
"Pihak kafe sudah dipanggil dan nanti akan ditutup karena di sana tempat duduk calo-calo," kata Ketua DPR Marzuki Alie seusai rapat konsultasi antara pimpinan DPR dengan pimpinan institusi penegak hukum dan kementerian di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Hadir dalam rapat Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wakil Kepala Polri Komjen Nanan Soekarna, dan Kepala Bareskrim Polri Komjen Sutarman, pimpinan KPK yakni Busyro Muqoddas dan Zulkarnaen, Jaksa Agung Basrief Arief.
Pimpinan DPR didampingi pimpinan fraksi-fraksi, pimpinan Komisi III, pimpinan Badan Anggaran, pimpinan Badan Kehormatan, dan pimpinan Komisi XI.
Selain itu, kata Marzuki, akan ada pengetatan di kalangan media. Akan ada larangan masuk ke DPR bagi orang-orang yang mengaku wartawan namun tak jelas medianya. "Bebas dari wartawan yang tidak jelas. Bukannya melarang meliput, tapi supaya steril, tidak ada urusan pribadi," kata Marzuki.
Sikap pimpinan DPR itu menyikapi usulan dari Badan Kehormatan DPR yang meminta agar kafe ditutup. Untuk diketahui, ada dua kafe di kompleks DPR yang selalu ramai sejak pagi hingga malam hari.
Usulan BK lainnya yakni agar pimpinan Badan Anggaran atau Banggar tidak merangkap jabatan sebagai bendahara partai politik. Pasalnya, BK menilai anggota Banggar adalah anggota yang paling berkuasa. "Kekuasaan anggaran DPR diwakili hampir sepenuhnya oleh Banggar," tulis pihak Banggar dalam laporan kepada pimpinan DPR.

